Silaunya sinar lampu yang menerangi kamar tidur Keenan seketika membangunkan Ingga dari tidur lelapnya. Ingga langsung tertegun kaget seketika mendapati Keenan, yang masih terbaring persis di sampingnya seraya tersenyum dan menatapi wajah cantiknya dari jarak yang begitu dekat. “Selamat pagi, sayangku,” ucap Keenan seraya tersenyum manis. Kedua mata Ingga langsung membulat. “Oh, God, Keenan! Kamu membuat aku jantungan tahu ..,” ucapnya kaget. Keenan beralih mencium dahi mulus Ingga sejenak, “Sorry.” Keenan lanjut bicara, “Aku berani jamin tidurmu pasti nyenyak tadi malam. Iya kan?” Ingga tersenyum geli, “Kok kamu berpikir begitu?” “Jadi kamu sudah lupa dengan apa yang baru saja kita lakukan tadi malam, hm?” goda Keenan seraya mengelus perlahan pipi mulus Ingga dengan jari-jari tangann

