***** Semua keadaan telah kembali normal, meski tidak tinggal bersama, tapi Naya sudah memaafkan sang Ayah. Hanya saja, dia belum bisa menerima perlakuan Abran yang menduakan sang Ibunda, menyakitinya tanpa Naya bisa melindunginya. Karena Naya tidak tahu sama sekali tentang hal itu. Naya memutuskan untuk tinggal disebuah apartment dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Sedangkan Abran, dia menyewa pengasuh untuk mengurus adik tiri Rainaya. Hari ini adalah hari yang paling Naya tunggu, kelulusan. Ayahnya datang tanpa diminta dan Naya hanya mencoba untuk baik-baik saja. "Selamat sayang, akhirnya anak Papah lulus sekolah..." Ucap Abran seraya memeluk Naya yang memakai kebaya simple. Naya mengangguk pelan. Senyuman pada wajah Naya seketika melebar sempurna ketika seseorang yang sangat spe
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


