45.

1412 Words

Dikediaman Karan, tampak Abran berada di sana begitupun dengan Erza. Erza dengan sengaja mengundang calon mertuanya itu untuk datang ke kediamannya. Ada hal yang ingin dirinya bicarakan dengan Ayah dari kekasihnya itu. "Jadi, ada apa ini?" Tanya Abran. Karan langsung memperlihatkan sebuah foto dari ponselnya. Mata Abran langsung membulat sempurna. Kemudian menggeleng tak percaya. "I-itu pasti salah." Ucap Abran tak percaya. Erza mengangguk paham. "Om, pria itu kenalan Papah aku. Bahkan Tante Mala bertemu dengan Naya di mall itu. Tante Mala selesai belanja pakaian dan sedang membeli roti." "Tapi itu--" "Pakaiannya sama dengan apa yang Tante Mala kenakan." Tambah Erza. Abran terdiam dengan tangan mengepal. "Bran, kita pernah musuhan gara-gara perempuan itu dulu. Kamu juga digodain d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD