Kita saling berdusta tentang hati. Kita enggan untuk mengakui saling membutuhkan. Hingga tanpa sadar kita t'lah merusak jalan untuk bersama. Renier mengembuskan napasnya perlahan sambil menatap alamat apartemen Magani yang diberikan Agatha semalam. Apa yang akan dia lakukan begitu masuk ke apartemen Magani? Dia tidak tahu. Dia tidak yakin sanggup melihat daftar pemintaan itu. Bukan. Dia tidak siap menceraikan Magani. Renier memijat tulang hidungnya. Bodoh! Kata itu terus dia teriakkan sejak semalam. Sejak Magani menutup pintu. Sejak dia percaya diri menantang Magani tentang perceraian. Kenapa lo selalu berhasil mengacaukan semuanya, Ren?! "Udah sampe, Ren," kata Ben membuyarkan semua yang dipikirkan Renier. "Lo mau gue nunggu atau—" "Tinggal aja!" "Oke." Sebelum turun dari mobil Renie
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


