TCM-22

1462 Words

Aku dan kamu mungkin ditakdirkan bertemu untuk menciptakan sebuah cerita, tapi mungkin akhir bahagia bukan ditakdirkan untuk cerita aku dan kamu. *** "Aku punya satu pertanyaan buat kamu." Langkah Renier berhenti, lalu berbalik dengan satu alis terangkat. "Kenapa pada akhirnya kamu mau kita bersama?" Renier tersenyum tipis. "Kenapa ya?" Renier sengaja terlihat tengah berpikir keras. "Karena aku nggak bisa jalanin hari-hari tanpa kamu." Dengan langkah kecil-kecil Renier menghampiri posisi berdiri Magani. "Kalau kamu nggak ada, aku sering ngerasa ada yang kurang. Makanya sekarang kita sama-sama terus, supaya aku ngerasa lengkap." Magani membuka mata dengan sangat pelan, peluh membasahi keningnya. Tangan kanannya merayap memegangi d**a meraba degup jantungnya, memastikan bahwa benda itu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD