TCM-25

1278 Words

Sulit berdamai dengan jiwa setelah kepergianmu. Kini pun aku menyerah, dan membiarkan diriku terus berduka untuk semua yang terjadi. Renier memarkirkan mobil di depan vila keluarga milik Magani, keadaannya tidak banyak berubah. Masih asri, walaupun beberapa bungan kesayangan Magani sudah tidak ada. Renier mengamati cahaya pendar di lantai dua vila, kamar Magani. Segaris senyum terbentuk, ada sedikit kepuasaan menyelip di d**a Renier. Magani di sini, tebakannya tepat. Renier turun dari mobil, setengah berlari menghampiri pintu kayu dengan hiasan bunga gantung. Renier ragu menggedor pintu itu, sudah terlalu larut untuk menimbulkan kebisingan. Tapi Renier butuh bertemu Magani sekarang, dia tidak bisa menunggu. Masa bodo dengan kebisingan. Tangan kokoh Renier mulai menggedor. Satu kali. Dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD