TCM-26

1240 Words

Tidak ada yang pergi. Hanya waktu dan keadaan yang memaksa semuanya untuk berhenti.             Apa yang sedang dilakukan Renier?             Hanya itu yang terlintas dalam benak Magani saat melihat pria itu berlindung di samping pohon besar yang menghiasi halaman rumahnya. Magani berniat mengabaikan Renier, ini bukan waktu yang tepat. Renier masih dikuasai emosi, lihat saja pohon tak bersalah menjadi sasarannya. Magani masuk ke kamar. Dia melirik ranjang dan pintu bergantian.             Kalau bukan sekarang, kapan waktu yang tepat, Gani? Magani mengajukan pertanyaan pada dirinya. Dia datang. Renier datang. Ini bukan sekadar harapan semu yang menyakitkan.             Magani menarik dan mengembuskan napas secara perlahan, kemudian keluar dari kamar, menuruni tangga, dan membuka pintu u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD