TCM-18

1389 Words

Cukup bagiku melihatmu dari kejauhan. Aku tak mau kamu tahu keberadaanku, apalagi asaku. Tak perlu kita saling sapa, cukup aku yang menyapamu dalam doa. Tidak ada hal lain yang ingin dilakukan Magani selain terus meratapi kepergian Renier. Dia mau menghentikan Renier, tapi tidak tahu harus melakukan apa. Dia mau membela diri, tapi bingung harus mulai dari mana. Magani mengusap wajahnya yang basah, begitu mengangkat wajah Cakra sudah duduk lemas di depannya. Keadaan pria itu kacau. Mengenaskan. Dengan ukuran badan seperti ini, seharusnya Cakra bisa melawan. Cakra bisa mengimbangi Renier. Magani mengulurkan tangan. "Biarkan kepala lo tetap mengadah, itu mencegah darah keluar lebih banyak." Magani seram sendiri melihat darah mengotori sweater abu Cakra. Dia kembali teringat Cakra pernah bab

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD