Skyla lemas dia sudah mendonorkan darah untuk Papanya, bahkan dalam raga yang seakan kehilangan jiwa membuat dirinya seperti orang linglung yang tidak memiliki daya apapun. Skyla tidak punya siapapun untuk dirinya bersandar, apapun Itu dia bahkan sendiri disini.
Dia ingin berjalan menuju bangku dekat tempat operasi tapi kini kakinya lemas dan rasanya dia bahkan tidak sanggup untuk mempertahankan dirinya sendiri.
"Ya Tuhan, Kenapa cobaan mu begitu berat padaku" lirih Skyla dalam tangisnya.
Skyla limbung, dia hampir saja jatuh tapi ada seseorang yang menolongnya agar tetap berdiri dan di bantu untuk duduk di kursi.
"Terima kasih" ucap Skyla lemas.
Dia Kenzo dan kini dirinya baru tau jika selama ini anak dari dokter Bagas adalah mahasiswi nya sendiri, Kenzo tidak pernah dikenalkan dengan anak dari Bagas karena memang dia sangat tau jika Bagas dokter yang sangat sibuk saat ini.
"Skyla! Dokter Bagas Ayah kamu?" tanya Kenzo.
Skyla mengangguk, air matanya jatuh saat ini anak ini terlihat sangat lemah, Astaga jika dia tau Skyla orangnya dia tidak akan mungkin tega membuat Skyla sedih dan memberikan banyak tugas untuk dikerjakan olehnya.
Selama ini Kenzo orang terdekat Bagas dan bahkan mereka seperti anak dan bapak, Bagas selalu membimbing Kenzo untuk melakukan yang terbaik sampai menjadi dokter hebat seperti ini.
"Pak Dosen, tolong selamatkan Papa" pinta Skyla dia memegang ujung baju Kenzo.
Melihat Skyla memohon seperti ini membuat Kenzo semakin tidak tahan, Kenzo mengangguk dan bersiap dirinya akan ikut serta dalam melakukan pertolongan untuk Bagas. Kenzo tidak mau kehilangan orang yang sudah dia anggap seperti bapaknya sendiri. Bagas dan Kenzo mereka seperti anak bapak yang sangat berbakat dalam spesialis jantung ini, mereka jika di gabungkan akan membentuk tim yang tangguh yang dengan penuh ketulusan dalam membantu banyak orang yang membutuhkan, mereka orang yang tidak pandang bulu siapapun itu mereka akan menolong walaupun pada akhirnya mereka yang akan meminta keringanan dalam pembayaran operasi yang di butuhkan oleh orang yang membutuhkan.
"Tunggu disini" ucap Kenzo lalu langsung masuk keruang operasi, dia tau akan dilakukan operasi besar saat ini karena terakhir kali dia tau kabar jika saat ini sedang kekurangan tenaga medis untuk membantu operasi nya.
Ketika Kenzo pergi kini Galih baru sampai di sini, Galih sejak tadi bertanya pada bagian informasi dan baru di kasih tau jika saat ini Bagas di ruang operasi.
"Sky" panggil Galih.
"Bang, hiks" tangis Skyla.
Galih langsung memeluk Skyla, dia bukan mengambil kesempatan dalam kesempitan tapi memang saat ini apa yang dibutuhkan oleh Skyla ada pelukan untuk menguatkan Skyla. Galih berharap Skyla tidak akan semakin sedih nantinya, banyak yang sayang Skyla saat ini, dia harap apapun yang terjadi dia tidak mau jika sampai Skyla melakukan hal bodoh dengan mengorbankan nyawanya sendiri.
"Tenang Sky, Abang di sini" ucap Galih.
Hati Galih rasanya teriris melihat Skyla yang lemah tidak berdaya, dia bahkan melihat bekas tangannya yang seperti nya sudah diambil darah untuk membantu papa Skyla.
"Sky udah beberapa hari tidak bertemu Papa, seharusnya malam ini Papa ketemu dengan Skyla tapi malahan Skyla nggak bisa hiks" ujar Skyla meracau.
"Doakan yang terbaik buat Om," ucap Galih.
"Apa Sky anak pembawa sial? kenapa kedua orang tua Sky mengalami hal seperti ini?" tangis Skyla.
"Hus, jangan ngomong gitu! setiap kelahiran adalah hal yang membahagiakan, kamu harus ingat kelahiran kamu membuat Papa kamu lebih semangat Walau harus kehilangan istrinya" jelas Galih.
Skyla mengangguk, hatinya sakit Ya Tuhan dia tidak mau jika sampai Papanya akan pergi, dia rasanya tidak sanggup saat ini jika Papanya meninggalkan dirinya sendirian seperti ini.
Skyla hanya ingin Papanya hidup dan menemaninya, Dia tidak sanggup rasanya hidup tanpa papanya yang dia sayangi seperti ini. Skyla dan Papanya sudah lama bersama, Skyla sangat menyayangi Papanya.
Pukul satu Malam, Skyla masih terdiam memandangi pintu operasi yang bahkan belum terbuka, Dia tidak tau apa yang terjadi di sana tapi kenapa hatinya resah dia seperti akan tau jika hal buruk terjadi.
"Anak pembawa sial!!! kau apakan Bagas hah" amuk orang tua yang sangat Skyla kenal.
Skyla tersentak, dirinya takut dengan apa yang kini neneknya katakan kepada dirinya. Skyla juga tidak mau jika sampai Papanya merasakan hal yang seperti ini, Skyla juga tidak ingin jika sampai di tinggal Papanya, tapi omongan neneknya sangatlah melukai hatinya.
"Sadar nek, jangan buat ramai di rumah sakit" ucap adik Bagas.
Galih sangat kasihan dengan Skyla, semua ini bukan salah Skyla tapi orang itu bahkan langsung memaki Skyla tanpa tau apa yang terjadi sebelumnya. Hidup Skyla memang sangat miris, dia hanya mendapatkan kasih sayang dari Papa nya dan dia bahkan tidak memiliki orang lain lagi selain Papanya.
Galih merasa kehidupan yang dia alami tiada apa-apa nya jika dibandingkan dengan kehidupan dari Skyla, sejak kecil dirinya selalu merasakan penolakan dan bahkan mendapat kan ujaran kebencian dari orang yang masih satu keluarga dengannya, dia tidak tau lagi bagaimana sakit nya Skyla menahan semua sesak di dadanya saat ini.
Pintu operasi di buka, di sana ada dokter yang datang menghampiri mereka. wajah dokter tersebut menunjukkan hal yang tidak enak, Skyla jadi takut sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana.
"Kami meminta maaf, Dokter Bagas tidak bisa di selamatkan" ucap dokter tersebut dirinya merasa sedih karena Bagas juga merupakan teman seperjuangan ketika mereka masih menjadi dokter muda dulu.
"Dokter pasti bercanda kan? Papa Sky nggak mungkin Papa Sky ninggalin Skyla" tangis Skyla tidak bisa di bendung lagi.
"Ini semua gara-gara kamu! seharusnya kamu tidak lahir dan menjadi beban anak Saya" amuk nenek Skyla.
Bahkan dokter yang menjadi teman Bagas sangat terkejut, orang tua tersebut bahkan tidak tau situasi dan kondisi, Kenzo yang melihatnya sangat terkejut berarti benar apa yang sedan dialami Skyla, kehidupan Skyla tanpa Bagas adalah suatu hal yang sangat dikhawatirkan sejak dulu, karena itulah Bagas takut jika seandainya dia pergi terlebih dahulu Skyla dengan siapa? karena dari pihak keluarga tidak ada yang mau menerima Skyla dengan baik.
"Bu, tolong tenang ini semua bukan salah Skyla. Semua ini merupakan suatu takdir yang terjadi" jelas Dokter tersebut.
"Kehadiran anak pembawa sial ini yang membuat anak saya Pergi! Seharusnya kamu yang pergi bukan anak saya!!!" ucapan nenek tersebut benar-benar sangat menyakitkan.
Skyla juga tidak mau Papanya pergi, dia terluka dengan kabar ini tapi ucapan neneknya seolah-olah dia yang sangat bersalah disini.
"Papa, Skyla mau ikut papa saja" tangis Skyla dia menerobos masuk kedalam ruang operasi.
"Jangan masuk Sky" larang Galih.
Dalam situasi seperti ini Galih sangat bingung, dia paham benar situasi yang Skyla hadapi tidak mudah apalagi dengan semua hal yang sangat menekannya seperti ini.
"Saya berharap kamu yang mati bukan anak saya, Bagas akan langsung di bawa ke rumah dan saya melarang kamu datang!!! kamu bukan bagian dari keluarga ini" amuk nenek itu.
"Ya Tuhan" tangis Skyla.
Apa yang harus Skyla lakukan? Skyla ingin melihat Papanya untuk yang terakhir kali, Dia ingin melihat papanya dia tidak mau ditinggalkan papanya seperti ini.
Ketika nenek Skyla pergi mengurus administrasi kini Skyla memohon pada dokter yang sudah melakukan operasi untuk Papanya itu.
"Dokter, ijinkan Skyla melihat Papa untuk yang terakhir kali" mohon Skyla.
"Skyla, jangan nangis Nak ayo lihat sekarang. Om tau posisi kamu tidak mudah, Bagas membesarkan kamu dengan sangat baik sehingga menjadi anak yang kuat seperti ini" ujar dokter tersebut lalu mengajak Skyla masuk kedalam.
Skyla berjalan di bantu Galih, tubuh Skyla lemas, Papanya orang yang selalu ada untuknya dan laki-laki yang dia cintai untuk pertama kalinya kini meninggalkan dia untuk selamanya.
"Papa, Skyla datang" ucap Skyla.
semua yang ada di ruangan ini ikut sedih dan menangis, mereka menghormati Bagas karena Bagas orang yang baik dan bahkan selalu melakukan tugasnya sebagai dokter dengan sangat baik.
Skyla mengusap pipi Bagas, terlihat pucat tapi tidak memudarkan ketampanan milik Papanya, Bagas sangat tampan dan itu adalah Papa Skyla. Bagas orang tua yang baik dan bertanggung jawab, dia juga sebagai seorang dokter yang sangat baik dan selalu berdedikasi untuk keselamatan pasiennya.
"Kenapa ninggalin Skyla Pa? Sky nggak mau sendiri" ucap Skyla pelan.
Skyla menangis, dia menarik nafasnya perlahan dia ingin lebih banyak mengatakan apa yang ingin dia katakan sebelum Papanya akan di bawa pulang ke rumah neneknya.
"Sekarang, Sky harus gimana? nggak ada papa yang selalu menemani Sky. Papa sekarang bahagia ya? udah ketemu Mama di sana? Papa senang sekarang? hihi Papa buat Skyla Iri" tambah Skyla.
"Nak jangan begini, Om tau semuanya akan baik-baik saja, kami semua teman-teman seperjuangan yang akan menggantikan tugas Papamu. Kami yakin kamu pasti akan menjadi Dokter penerus Papa kamu, tetap berjuang untuk mewujudkan apa yang Bagas inginkan," ucap dokter tersebut.
Skyla mengangguk, benar yang dikatakan oleh dokter itu tapi rasanya dia bahkan tidak ingin lagi disini. Dia melakukan semuanya untuk membuat Papanya bangga tapi saat ini apa yang harus dia lakukan jika malahan papanya sudah tiada? siapa yang akan dia buat bangga dengan kerja kerasnya?Skyla rasanya tidak tau lagi harus bagaimana sedangkan dirinya saja dianggap sebagai anak pembawa sial oleh keluarganya.
"Jangan dengarkan apa yang keluargamu katakan, Om Bagas selalu mengatakan jika kamu adalah kesayangannya om ingin kamu sukses dan meneruskan apa yang telah Om Bagas lakukan saat ini" ucap Kenzo.
Kenzo tau semua perlakuan dan ucapan dari keluarganya adalah hal yang semakin membuat Skyla tertekan, apalagi saat ini Skyla bahkan dilarang untuk datang melihat Papanya di rumah, apa yang harus dia lakukan sekarang? semua itu membuat Skyla semakin sedih jadinya.
"Terima kasih dokter dan rekan-rekannya yang sudah membantu Papa bertahan, terima kasih ya" ucap Skyla.
Naya kini sudah tidak tahan lagi, dia langsung memeluk Skyla dan hal ini membuat Skyla menangis. Skyla sudah tidak tahan lagi Skyla bahkan bingung harus melakukan apa, segala hal yang dia lakukan dianggap salah oleh keluarganya.
"Kamu masih punya kami sayang," bisik Naya.
Disini Skyla seperti hidup sebatang kara, keluarga tidak ada yang mau tau tentang kehidupannya. Skyla yang sendirian dan tidak tau lagi apa yang akan terjadi kedepannya, semuanya adalah suatu hal yang semakin membuatnya merasa merana.
***
Skyla kini di luar, semuanya sedang bersiap-siap untuk membawa papanya dan akan langsung di bawa ke rumah neneknya sesuai dengan apa yang diinginkan oleh mereka.
kepergian Bagas membawa duka di rumah sakit ini, mereka kini kehilangan salah satu dokter hebat yang mereka punya.
Skyla berjalan mengikuti peti mati papanya yang akan di masukkan kedalam ambulance, pagi hari ini pukul enam jenazah Papanya akan di bawa kerumah keluarga nya.
Rekan-rekan sejawat kini memberikan penghormatan untuk yang terakhir kali pada Bagas. Skyla menangis tanpa henti, melihat banyak orang yang merasa kehilangan dengan papanya menandakan jika memang Papanya tidak gagal untuk menjadi orang baik.
Skyla pikir Neneknya akan memperbolehkan dia untuk ikut naik ambulan untuk mengantarkan Papanya tapi ternyata, Neneknya sama sekali tidak memperbolehkan hal itu.
"Stop, jangan ikuti kami" ucap Nenek Skyla.
tentu saja semua orang melihat ini semua, nenek Skyla sama sekali tidak punya hati dirinya bahkan sama sekali tidak memperbolehkan Skyla datang melihat pemakaman Papanya untuk yang terakhir kalinya.
Semua orang tidak paham lagi apa yang nenek itu pikirkan di saat yang seperti ini? kenapa dirinya sama sekali tidak mau menyingkirkan egonya untuk Satu hari saja seperti ini.
"Udah Sky, ayo Abang anter kesana jangan sedih" ucap Galih.
Galih membantu Skyla mereka menuju tempat parkir mobil sekarang, Skyla terdiam dia juga malu diperlakukan seperti itu oleh keluarganya sendiri. kenapa neneknya bahkan tidak merasa bersalah melakukan hal itu di depan jenazah anaknya sendiri, seharusnya neneknya menyadari jika selama ini Papanya sangat menyayangi Skyla dan semua yang dia katakan adalah omong kosong belaka.
"Bang, Maaf Skyla merepotkan Abang" lirih Skyla.
"Nggak merepotkan sama sekali" ucap Galih yang fokus untuk menyetir.
"Skyla sendirian sekarang, tidak ada lagi Papa yang selalu ada buat Skyla" ucap Skyla dengan senyum palsunya.
Skyla sudah lelah dia bahkan rasanya tidak sanggup lagi bertahan saat ini, ingin rasanya dia pergi dan ikut dengan mereka semua tapi apakah dia bisa? apakah dia mampu menghapus semua keinginan yang papanya harapkan untuk dirinya? Skyla rasanya tidak akan mampu karena dia tau Papanya sangat berharap dia menjadi dokter pengganti Papanya.
"Kamu kuat Sky, ada Abang, Ada Ica kamu jangan merasa sendiri" jawab Galih.
"Makasih Bang" ucap Skyla.
Skyla setidaknya masih memiliki sahabat yang mau menemani Skyla dalam suka dan Duka, Skyla akan berusaha untuk kuat walaupun sebenarnya dia tidak sekuat itu untuk menghadapi semua hal yang terjadi kedepannya. kepergian Papanya sangat mendadak bahkan dirinya masih berharap ini semua merupakan mimpi, Skyla harap Papanya akan kembali lagi tapi hal ini adalah suatu hal yang tidak akan terjadi.
bersambung