Skyla terdiam, dia hanya bisa memandang rumah dengan bendera kuning di sana. Skyla sama sekali tidak diperbolehkan masuk kedalam sana, bahkan dia hanya bisa duduk termenung di pinggir jalan tepat depan rumah keluarga Papanya.
"Ayo Sky masuk, sama Saya" ajak Kenzo yang ada di depan Skyla.
"Tidak Dok, saya tidak ingin membuat mereka semakin kesal dengan kehadiran saya" ujar Skyla.
"Tetap semangat, jangan putus asa Dokter Bagas sangat mempercayai kamu" ucap Kenzo.
"Terima kasih Dokter" balas Skyla.
Galih tetap disini, berada di samping Skyla sejak semalam Skyla bahkan tidak makan maupun minum. Skyla juga terlihat sangat pucat setelah donor darah itu. Tapi sedikitpun Skyla tidak mau untuk minum ataupun makan. Skyla terlihat sangat berantakan.
"Tolong jaga Skyla" ucap Kenzo pada Galih.
"Baik Dokter" ujar Galih.
Galih juga sudah memberi tahu Rosita jika saat ini Skyla butuh Rosita ada di sini, tapi saat ini Galih meminta tolong pada Rosita untuk ijin agar Skyla tidak dianggap bolos kuliah sekarang.
"Jangan khawatir saya sudah mengijinkan kamu kepada semua dosen di sana" ucap Kenzo.
"Makasih Dok" ucap Skyla.
Ketika Kenzo masuk ke dalam kini Rosita datang, Rosita ikut sedih melihat Skyla yang penampilannya seperti ini. Masih dengan celana jeans dan kaos, Skyla bahkan sama sekali tidak berganti apa apa, Rambutnya terlihat kusut dengan cepol rambut yang dia pakai.
"Sky" panggil Rosita dan langsung memeluk Skyla.
Rosita tau kini Skyla masih terkejut dan tidak percaya dengan semua yang terjadi menimpa dirinya. Rosita bahkan menyesali tidurnya semalam, dia bisa tidur nyenyak sedangkan Sahabatnya nangis semalaman karena terkejut dengan apa yang dia alami saat ini. .
"Ca, Sky udah kehilangan Papa" tangis Skyla.
"Ica akan selalu nemenin kamu Sky, kamu kuat" ujar Rosita.
Rosita duduk di samping Skyla, sedangkan galih bertanya kenapa Adiknya bisa sampai disini saat ini, entah karena dia ijin atau bolos semuanya merupakan hal yang tidak bisa dia pikir saat ini.
"Kamu bolos apa gimana dek?" tanya Galih.
"Dosen udah tau masalah ini kak jadi Ica nggak perlu ijin buat Skyla tapi tadi Ica ijin mau nemenin Skyla walaupun susah tapi ya gimana lagi Ica meminta tolong lah Ica mana sanggup ninggalin Skyla sendiri" jelas Rosita.
Galih paham dia mengerti apa yang adiknya katakan, mungkin juga Kenzo sudah mengatakan jika memang Skyla sendirian saat ini disini.
"Sky, ayo kita masuk kamu harus liat Papa kamu jangan hiraukan apa yang dikatakan nenek lampir itu" ucap Rosita.
"Sky nggak mau buat keributan di sana Ca" ujar Skyla.
"Tapi kamu anak om Bagas Sky, apapun yang terjadi kamu memiliki hal untuk ini mereka hanya orang yang bahkan tidak pernah ada untuk kalian, bisa-bisa nya mereka melakukan hal seperti ini pada kamu" ujar Rosita kesal.
"Dek, udah jangan nambah banyak masalah lagi kasian Sky" ucap Galih.
Bukan begitu maksud Rosita, disini dirinya hanya ingin Skyla mendapatkan keadilan, di saat seperti ini juga Skyla diperlakukan seperti ini. Skyla juga pantas bertemu Papanya dan melihatnya untuk yang terakhir kalinya, mereka semua yang mengatakan sebagai keluarga tidak pernah ada untuk mereka karena itulah saat ini Rosita hanya ingin Skyla di beri kesempatan untuk melihat Papanya untuk yang terakhir kalinya.
"Temenin Sky dulu, Abang mau beliin roti sama air minum buat Sky" ujar Galih.
"Nggak usah bang, Sky takut ketinggalan ngga bisa liat pemakaman Papa" ujar Skyla.
Tidak ada yang mengerti betapa sakitnya Skyla saat ini, dirinya ditinggalkan oleh orang yang nomor satu di hidupnya dan dia juga di benci oleh keluarga Papanya, Skyla benar-benar hidup sebatang kara. Tidak ada lagi tempatnya berkeluh kesah seperti biasanya, Siapa lagi yang akan Skyla tuju ? siapa lagi yang akan menemani Skyla di rumahnya yang semakin sepi ini? Astaga hidup Skyla terasa tidak berarti sekarang.
"Ya ampun Dek, jangan begini Dek" ucap Galih.
"Abang, Skyla juga harus siapkan di rumah atau nggak? kalau ada teman papa datang ke rumah Skyla gimana? Skyla harus siapkan makanan juga apa gimana?" tanya Skyla Bingung dirinya sama sekali tidak pernah merasakan hal yang seperti ini.
"Ya ampun Dek, udah jangan mikirin hal itu, sekarang kamu fokus ke pemakaman masalah itu nanti Abang minta tolong Mama dan Papa untuk bantu urusin" jawab Galih.
Rosita ikut menangisi apa yang terjadi pada Skyla, dirinya sendirian disini dan bahkan tidak ada keluarga yang mau membantunya ataupun menenangkan dirinya. Skyla di tuntut untuk mampu melakukan banyak hal walaupun dia tidak pernah paham itu semua.
"Makasih ya Bang, makasih Ca maaf Skyla ngrepotin kalian" ucap Skyla.
"Sky udah Ica anggap sebagai keluarga nggak usah sungkan seperti ini Sky, Ica sayang kamu jangan sedih lagi Ya" ujar Rosita.
Naya datang menghampiri Skyla, disini dia menggenggam tangan Skyla yang dingin Naya memeluk Skyla dan menenangkannya.
"Apapun yang terjadi kamu harus memberikan penghormatan untuk Papa kamu, Ayo Tante Antar kamu masuk ke dalam kamu jangan takut. Ada Om juga yang akan membantu nak ayo sama Tante masuk kedalam" ucap Naya.
Skyla mengikuti Naya untuk masuk kedalam rumah, banyak orang disini dan banyak sahabat almarhum yang datang untuk turut berduka cita. Bagas orang yang baik, kehilangan dirinya membuat banyak duka mendalam di hati kerabatnya.
"Pergi!" usir nenek Skyla ketika melihat Skyla datang.
"Tante, Skyla berhak memberikan penghormatan terakhir untuk Papanya. Jangan lagi membuat Skyla tertekan karena apa yang Tante lakukan seperti ini, sejak dulu Bagas bekerja keras untuk mempertahankan Skyla jika Tante bahkan melarang Skyla bertemu Papanya untum yang terakhir kali itu namanya Tante Egois dan tidak bijaksana sebagai orang tua" ucap Naya.
Naya tidak masalah dia tidak takut jika orang memandangnya buruk seperti itu, saat ini dia hanya ingin melihat Skyla bertemu Papanya untuk yang terakhir kalinya, Skyla sangat sedih kehilangan Papanya jangan sampai Skyla kehilangan akal pikiran dan memutuskan bunuh diri karena tidak ada orang yang mau menerimanya.
"Anak pembawa Sial" amuk Nenek Skyla sehingga tidak sengaja mendorong Skyla hingga jatuh terpentok peti mati Papanya.
Pandangan Skyla seketika memudar tapi dia ingat ini kesempatan terakhir nya, dia kembali bangun dengan bantuan dari Tante Naya.
"Maafin Skyla Pa, Skyla harap Papa bahagia bertemu Mama di sana" ucap Skyla yang melihat papanya terlihat sangat tampan disini.
"Pencitraan segera pergi dari sini" ujar nenek tersebut.
Skyla tau neneknya sedih kehilangan anaknya, Skyla juga merasakan hal yang sama tapi perlakuan Neneknya semakin membuat Skyla tidak berdaya, dia sakit hati dan semua tubuhnya terasa sangat sakit sekarang, Ya Tuhan jikalau bisa Skyla ingin pergi bersama Papanya untuk menyusul Mamanya.
"Skyla pamit ya Pa, mungkin Skyla tidak akan sanggup untuk melihat papa yang akan di kubur di sana Papa Skyla akan selalu mengingat Papa, Skyla sayang Papa. Terima kasih semuanya Pa" lirih Skyla dengan air mata yang menetes di pipinya.
Naya khawatir, darah keluar dari pelipis Skyla mungkin akibat dari dia yang jatuh terkena peti tersebut, Dia bahkan tidak menyangka neneknya sangat keterlaluan kepadanya.
"Sky, kepalamu berdarah" ujar Galih.
Skyla memegang kepalanya dan melihat darah di telapak tangannya, dia tenang dan berjalan menuju neneknya.
"Terima kasih Nek, maaf jikalau sampai akhir nenek selalu menganggap Sky sebagai pembawa sial, Skyla minta maaf" ucap Skyla lalu pamit pergi dari rumah ini.
Naya lalu mengejar Skyla, lukanya harus segera di obati jika tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Naya tau pasti Bagas akan sangat sedih melihat perlakuan ibunya pada Skyla. Bagas selama hidupnya selalu memperlakukan Skyla dengan baik, tetapi apa yang dilakukan oleh nenek Skyla sudah lebih dari cukup, nenek itu tidak punya hati sama sekali.
"Sky, nak tunggu Tante Nak" panggil Naya.
Skyla tidak sanggup dia duduk di jalan dengan menutupi tangisnya, Skyla tidak tahan dia tidak sanggup di tinggal papanya bahkan rasa sakit akibat benturan tidak dia rasakan karena hati nya yang sakit saat ini.
Skyla tidak sanggup dia tidak sanggup ada di sini tanpa Papanya, Dia tidak mau disini tanpa Papanya lagi. Di dunia ini hanya Papanya yang menyayanginya dimana lagi dia akan mengadu? Papanya tiada dan semuanya seakan menjadi orang jahat padanya Ya Tuhan Skyla lelah.
"Obati dulu sayang, jangan seperti ini Bagas pasti sedih lihat anak cantiknya seperti ini" ujar Naya membujuk Skyla.
Bukan Skyla membuat Drama tapi siapapun orang yang melihat pasti akan kasihan kepada anak ini, walaupun mereka tidak tau sesungguhnya tapi melarang anak melihat papanya untuk yang terakhir kalinya adalah suatu hal yang tidak bijak dan sangat menyakitkan. seharusnya orang itu bisa mengontrol egonya, seharusnya dia tidak membawa rasa benci dalam situasi yang tidak seharusnya seperti ini. Skyla juga tidak mau menerima semua ini, tapi Takdir yang terjadi terasa begitu menyesakkan dadanya, dia rasanya tidak sanggup lagi untuk menerima hal hal yang sangat menyakitkan dalam hidupnya.
"Bagus kalau sky ikut pergi, Tante. Sky nggak ada gunanya di sini tanpa Papa" tangis Skyla pecah.
"Sayang, sadar jangan berbicara seperti itu ikhlas dengan keadaan Tante tau kamu terguncang dengan kabar ini tapi kamu harus yakin semua ini pasti akan kamu lewati dengan baik, Tante tau kamu anak yang kuat sama seperti yang selalu Bagas ceritakan kepadaku, kamu anak yang tangguh dan satu-satunya harapan bagi Papa kamu, kamu harus tetap ingat bahwa kamu merupakan kebanggaan papa kamu, teruskan perjalanan langkah yang sudah papa kamu lakukan, kamu harus kuat dan terus berjuang agar bisa menjadi dokter hebat seperti Papa kamu" ucap Naya.
Skyla semakin menangis keras, Skyla berdosa, hampir saja dia melakukan hal yang bodoh tapi dia bersyukur bahwa Naya datang dan mengingat kan dirinya bahwa dia harus kuat dalam menghadapi keadaan ini.
"Tante, Sky pengen liat pemakaman Papa" ucap Skyla.
"Iya Sky, Tante anterin nanti tapi kamu harus di obati dulu, liat lukamu seperti ini" ujar Naya.
"Nggak papa Tante, Skyla ga sakit ini nggak seberapa di banding apa yang Skyla rasakan saat ini" jawab Skyla.
Naya tau rasa sakit yang dia rasakan pasti lebih sakit di banding saat ini, semuanya terasa sangat menyesakkan d**a bahkan dirinya hampir saja merasa tak berdaya dengan semua hal yang terjadi secara mendadak seperti ini.
"Apapun itu kamu harus kuat, Tante percaya kamu kuat menjalani semuanya Sayang" ucap Naya.
Kenzo datang bawa sekotak obat, memang Kenzo selalu siap sedia membawa kotak p3k di dalam mobilnya untuk mengantisipasi jikalau ada yang membutuhkan bantuannya.
"Biar Kenzo yang obati" ucap Kenzo.
Kenzo melihat semuanya, semua kejadian yang ada di sana di lihat oleh banyak orang bahkan rekan rekan sejawat Bagas, semuanya tidak menyangka dengan perlakuan ibu Bagas dengan cucu nya sendiri, bahkan kecelakaan itu bukan Skyla penyebab nya.
Bagas di tabrak oleh orang yang baru pulang mabuk, orang tersebut hanya mengalami luka ringan dan sampai saat ini masih di urus oleh pihak yang berwajib.
Skyla terdiam, dia sama sekali tidak merasakan sakit ketika Kenzo mengobatinya, semua rasa sakit fisik tidak ada apa-apa nya di banding kehilangan Papanya.
"Pak Dokter, tolong bisa lebih Cepat? Skyla tidak mau ketinggalan pemakaman Papa" ucap Skyla.
"Sebentar lagi selesai" jawab Kenzo.
Setelah itu semuanya hening, Skyla menyeka tangisannya dirinya harus kuat dia tidak boleh cengeng walaupun memang hal ini adalah suatu hal yang mengguncang jiwanya.
"selesai" ucap Kenzo.
"Terima kasih dokter" ujar Skyla.
Dia melihat ambulan keluar dari rumah neneknya, kini Skyla heboh ingin mengikuti ambulan tersebut menuju tempat peristirahatan terakhir Bagas, memang keluarga sengaja tidak mau memperlama prosesnya, setelah pulang dari rumah sakit semuanya langsung di Persiapkan agar anaknya bisa segera di kuburkan.
"Bang, bantu Sky ke makam" pinta Skyla.
"Ayo dek," Ajak Galih.
Ica tadi naik ojek online sampai sini karena dia tidak diperbolehkan untuk naik mobil sendiri setelah kecelakaan yang dialaminya dulu.
semuanya langsung berangkat ke makam, hari ini mereka akan mengantarkan Bagas di tempat peristirahatan terakhirnya, semoga Bagas ditempatkan di tempat terbaik dan bisa bertemu dengan istrinya yang sudah pertama kali meninggal untuk selamanya.
selama hidupnya Bagas selalu mencoba menjadi orang yang baik, dia tidak ingin jika tidak di pertemukan dengan istrinya di sana. Ibu Skyla orang yang baik bahkan dia meninggal ketika melahirkan anaknya, Bagas tau pasti istrinya sudah di surga karena itulah dia juga ingin melakukan yang terbaik agar dipasangkan kembali bersama dengan istri yang sangat dia sayangi.
Semuanya terjadi karena Takdir dari Tuhan, segala hal ini merupakan rencana Tuhan yang tidak pernah di ketahui oleh manusia sebelumnya, Baik Skyla dan yang lainnya tidak tau jika Bagas akan meninggal dengan secepat ini, kemarin mereka masih melihat Bagas yang dengan senyum membantu orang lain tapi untuk hari ini Bagas diantarkan oleh banyak orang menuju tempat peristirahatan terakhirnya, tugas Bagas sudah usai semoga amal baik yang telah dia lakukan dapat membantu dirinya untuk mendapatkan kehidupan yang baik di sana.
bersambung