Bab 8

2010 Words
Skyla merasa hatinya semakin sedih, kini dia me mengantarkan Papanya di tempat peristirahatan terakhirnya, Skyla tidak pernah memikirkan hal seperti ini rasanya semuanya memang masih sangat mengejutkan baginya. Dia tidak siap kehilangan Papanya dia tidak mau, tapi Apa daya? semuanya tidak bisa kembali bahkan sekuat apapun dia meminta Papanya bahkan tidak akan kembali lagi. Hal- hal yang berkaitan dengan masalah ini masih belum di selesaikan dengan baik, bahkan pelaku yang menabrak Papanya pun masih di adili, sedih sekali Rasanya papanya selalu berusaha menjadi orang yang taat ketika berkendara tetapi ketika dia sudah melakukan semuanya dengan baik malahan orang lain yang sembrono hingga membuat nyawa Papanya melayang. "Sky" panggil Rosita. Skyla melamun dan memandangi jalanan, hatinya hampa dan mungkin jiwanya kosong saat ini. dirinya merasa kehilangan yang sangat menyedihkan bagi dirinya, Papanya adalah orang satu-satunya di hidupnya tapi kini semuanya pun meninggalkan Skyla sendirian, dia pasti akan mengalami kehidupan yang membosankan nantinya. Hidup sendiri dan berjuang sendiri, dia bisa tapi dia pasti akan merindukan Papanya orang bijak yang dia kenal. Rosita kini kembali diam, mungkin Skyla butuh waktu untuk sendiri dan berpikir dia tidak tau apa yang saat ini Skyla rasakan yang dia tau pasti Skyla sangat terpukul dan sedih sekarang. Tak menunggu lama kini akhirnya mereka sampai di pemakaman, Skyla hanya bisa melihat dari kejauhan bahkan dia tidak bisa melihat ketika peti mati Papanya dimasukkan kedalam tanah, Ya Tuhan hati Skyla teriris dia masih tidak percaya dengan semua yang dia lihat. Papanya benar-benar sudah tiada dan dirinya kini sendirian sekarang, dia yang selalu berharap mendapatkan keajaiban Papanya kembali padanya kini semua keinginan yang dia miliki sirna. "Papa," lirih Skyla duduk terjatuh di tanah pemakaman. Tangisnya tidak terbendung, semua memori kembali berputar apa yang terjadi pada dia dan Papanya, semua kenangan yang telah terjadi akhirnya kembali teringat olehnya, dia tidak mau tapi dia tidak bisa untuk menahan semuanya. Papanya sudah kembali kepada Tuhan mau tidak mau dia harus menerimanya dengan hati yang lapang, semua makhluk hidup memang akan kembali kepada yang maha kuasa karena itulah dirinya harus ikhlas agar papanya mendapatkan tempat terbaik di sana. Skyla hanya butuh waktu untuk menerima semuanya dan segala hal yang berkaitan dengan Papanya, dia tidak tau apa yang terjadi kedepannya, pasti akan banyak hal yang dia alami tapi semua itu akan dia lakukan dengan baik. Setelah kepergian Papanya dia tidak tau apa yang akan dilakukan oleh keluarga Papanya, Skyla tidak tau apapun mengenai harta atau apa karena selama ini Skyla sama sekali tidak pernah bertanya tentang harta yang dimiliki oleh Papanya. Jujur saja jika di suruh memilih Skyla lebih ingin terus bersama Papanya dari pada dia dianggap mata duitan oleh keluarga Papanya, Rasa takut itu kembali datang, bahkan kesakitan yang dia alami belum usai tapi karena perlakuan yang neneknya lakukan kepadanya hal itu membuat dirinya trauma. Neneknya sama sekali tidak pandang bulu untuk melakukan kekerasan kepadanya, bahkan di depan orang banyak dan di depan jenazah Papanya pun dia melakukan kekerasan pada Skyla. sekarang tidak ada lagi yang akan melindungi Skyla dari jahatnya dunia ini, dia harus bisa bertahan sendiri tanpa ada orang yang akan selalu bersedia di sisinya, Dia ingin menyerah tapi sepertinya Papa dan Mamanya terus ingin dia bertahan. Skyla tau perjuangan Mama dan Papa untuk mendapatkan dirinya, Skyla hanya tidak ingin perjuangan mereka sia-sia Skyla kini bertekad akan melakukan yang terbaik demi orang tua Skyla yang sudah percaya bahwa dia mampu menjaga dirinya dengan baik. "Ayo kesana Sky, kamu juga boleh kesana kok" ajak Rosita. "Nggak Ca, aku nggak mau bikin Papa semakin sedih apalagi jika melihat perlakuan nenek kepadaku pasti Papa sangat sedih melihatnya, perlakuan nenek tidak pernah baik kepadaku" ujar Skyla. "Ica sayang Sky, semangat dan tetap bertahan Ica akan selalu ada buat Sky" bisik Rosita memeluk Skyla. "Makasih Ca," ucap Skyla. Skyla beruntung memiliki teman seperti Rosita, bahkan saat seperti ini Rosita lah yang dia repotin dan Galih yang selalu menemani dia bahkan sejak semalam Galih selalu membantunya. Skyla banyak berhutang Budi dengan mereka. "Makasih ya Bang, maaf Sky repotin Abang" ucap Skyla. "Nggak papa Sky, ini udah tugas Abang" jawab Galih. Mereka berada di kejauhan melihat Bagas di makamkan hari ini, semua harapan yang akan dilakukan dengan papanya harus terkubur bersama dengan Papanya yang sudah tenang di alam sana. Mungkin ini memang suatu ujian yang harus Skyla terima, hidup memang terkadang sangat tidak adil tapi kita di tuntut untuk tetap bertahan dalam posisi sesulit apapun itu. Skyla anak yang kuat, dia harus tetap kuat demi Papanya dia akan mewujudkan apa yang papanya inginkan yaitu dia yang meneruskan untuk menjadi dokter seperti papanya. Semoga Skyla mendapatkan kelancaran untuk semua ini, walau dia tau semuanya tidak akan mudah tapi Skyla yakin Tuhan akan membantu dia untuk melakukan yang terbaik agar semua hal yang dia inginkan pun bisa terlaksana. Skyla melihat semua orang sudah mulai pergi dari sana, itu tanda jika pemakaman kini sudah usai. Skyla bersiap kesana ketika semua keluarga pergi dari sana. Skyla baru berani datang ketika mereka semua tidak di sini. "Papa, Skyla datang" ucap Skyla dengan lirih. Wajah Skyla yang pucat dan bahkan dirinya masih dengan linangan air mata kini berbicara kepada papanya yang sudah di kubur di dalam sana. Skyla tetap mengatakan banyak hal kepada Papanya dia harap papanya akan tenang di sana walaupun kini kehidupan Skyla akan semakin sulit nantinya, Skyla hanya ingin kasih sayang dan kepedulian dari orang yang masih memiliki ikatan darah dengannya tapi kini baik dari keluarga Papa maupun Ibunya sama sekali tidak ada yang perduli padanya. Skyla dianggap sebagai anak pembawa sial dan mereka tidak mau jika ada Skyla di keluarga mereka. Skyla bisa hidup di rumah sendiri tapi maksudnya Skyla juga ingin untuk memiliki keluarga dan bahkan bertemu dengan keluarga besar seperti teman-teman yang lain, tapi apa yang dia inginkan seperti nya tidak bisa terwujud dengan baik. Tapi Skyla akan berusaha untuk hidup dengan baik walaupun semua hal ini merupakan suatu hal yang sangat sulit untuknya, setelah ini mungkin Skyla akan mencari kerja dia tidak bisa terus diam karena dia tidak punya uang untuk bertahan hidup. Memang Papanya sudah menyiapkan asuransi pendidikan untuknya dan dia bisa mengandalkan itu untuk biaya pendidikan sampai lulus S1 nya, tapi setelah itu untuk spesialis dia harus berusaha sendiri karena memang semua hal itu tidak murah dia pun juga tidak tau apakah dia mampu untuk melanjutkan pendidikan sampai spesialis jantung seperti papanya itu. Harapan papanya Skyla bisa menjadi penerus nya tapi dia tidak tau apakah Skyla mampu sampai seperti itu atau tidak karena memang dirinya memikirkan biaya yang harus dia keluarkan karena melanjutkan spesialis juga membutuhkan banyak uang. "Udah Sky, pulang sekarang kamu harus bersiap jikalau ada tamu yang akan datang kerumah" pesan Galih. "Iya Bang," Skyla mencoba berdiri dirinya rasanya susah untuk meninggalkan makam tapi dia juga tidak boleh egois, saat ini ada banyak h yang harus dia lakukan. mereka kini akhirnya kembali ke rumah, keluarga Rosita sudah memesan katering dan akan diantarkan ketika Skyla sudah sampai rumah nanti. keluarga Rosita sudah tau apa yang Skyla alami karena itulah ketika hal ini terjadi mereka tanpa pamrih langsung membantu Skyla mereka tidak berharap imbalan itu, bahkan mereka memesan katering dengan uangnya sendiri karena mereka tau pasti jika saat ini Skyla pasti bingung dengan apa yang harus dia lakukan sementara dirinya pasti hanya memiliki uang sedikit dan tidak tau apa yang Papanya tinggalkan untuknya. "Kateringnya berapa ya kata om dan tante?" tanya Skyla. "Kamu ga usah pikirin itu Sky, nggak usah ganti Papa mama ikhlas bantu" jawab Galih. "Makasih ya Bang, Ca maaf selalu repotin kalian" ujar Skyla. "Jangan ngomong gitu Sky, kamu udah Ica anggap sebagai saudara sendiri" balas Rosita. Hati Skyla terharu, ketika keluarga nya sendiri menganggap dia sebagai anak pembawa dial dan tidak mau menerimanya tapi kini ada orang lain yang bahkan menganggap dirinya sebagai keluarga sendiri, tidak ada hal yang lebih menyedihkan dari fakta itu, seharusnya Mereka tau apa yang terjadi saat ini adalah bukan hal yang memang terjadi secara sengaja tapi memang sudah takdir dan kehendak dari Tuhan. Manusia tidak pernah tau kapan Tuhan akan memanggil kita, bahkan kita pun tidak tau akan meninggal dengan cara apa, semuanya merupakan rahasia dari Tuhan yang tidak diketahui oleh siapapun selain dirinya, seharusnya keluarganya bisa sedikit lebih baik memperlakukan Skyla karena saat ini Skyla bahkan tidak memiliki siapa-siapa dalam hidupnya. *** Kenzo pulang kerumah setelah pemakaman tersebut, Pemilik rumah sakit tersebut adalah Ali karena itulah sudah menjadi kewajiban dia datang ke tempat salah satu dokter hebat yang rumah sakit miliki. Sejak lama Bagas mengabdi di rumah sakit ini mungkin Ali akan memberikan sedikit bantuan untuk meringankan kesedihan keluarga yang di tinggalkan. "Nanti sore ke rumah keluarganya nak" tanya Ali. "Pa, langsung kerumah om Bagas aja jangan di rumah keluarganya" jawab Kenzo. "Loh kenapa? bukannya tadi pemakaman nya di rumah keluarga Bagas?" tanya Ali. "Kenzo kasihan Pa, sejak semalam bahkan keluarga tersebut memperlakukan anak pak Bagas dengan sangat tidak baik. Kenzo melihat dengan mata kepala Kenzo sendiri mereka sangat kasar dan bahkan tidak tau malunya melakukan kekerasan fisik pada anak pak Bagas" jawab Kenzo. "Ya Tuhan apa yang mereka lakukan di depan jenazah anak mereka sendiri? bahkan anak itu yatim piatu kenapa mereka sangat tega melakukan hal seperti itu" ujar Ali tidak habis pikir dengan semuanya. "Karena itu Pa, kasihan bahkan tadi kepalanya sampai berdarah padahal Skyla hanya ingin memberikan penghormatan untuk yang terakhir kali untuk Papanya, Kenzo tidak bisa berpikir apa yang Skyla rasakan dengan semua hal yang kasar dan bahkan penolakan dari keluarga sendiri" ujar Kenzo. "Nanti papa akan kerumah Bagas, kamu coba urus untuk masalah asuransi dan jasa Raharja atau yang berkaitan dengan masalah kecelakaan minta langsung urus dengan anak Bagas secara langsung, jangan sampai apa yang tidak semestinya mereka terima malahan mereka kuasai di sana" ujar Ali. Bukan masalah Ali yang ikut campur akan masalah ini, tapi Sebelumnya Bagas sudah pernah mengatakan jikalau mungkin ada suatu yang terjadi padanya dia titip Skyla, memang dia tau jika keluarga dari ibu maupun ayah tidak menerima Skyla dengan baik tapi dia tidak habis pikir jika ternyata mereka memang sangat keterlaluan seperti itu, pantas saja Bagas khawatir dengan keadaan anaknya jikalau dia pergi dari dunia ini. "Baik Pa, nanti Kenzo akan mengatakan pada teman Kenzo dia ada yang kerja di jasa Raharja dan beberapa asuransi, nanti coba Kenzo tanyakan Papa Skyla ikut asuransi apa saja" jelas Kenzo. Ali mengangguk, dia kasihan kepada Skyla anak sebaik dia dan bahkan sekuat dia sekarang harus merasakan hal yang seperti ini, dirinya pasti sangat sedih dan ketakutan saat ini. Bagas tidak pergi tanpa meninggalkan apapun, dia sudah menyiapkan banyak hal agar anaknya bisa hidup dengan baik walaupun tanpa kehadiran dirinya di sisi. "Bagas meninggalkan banyak simpanan untuk anaknya, sejak awal dia bekerja dia hanya menyimpan semua itu dia bukan orang yang suka foya foya dan melakukan hal yang tidak baik, di dalam pikirannya dia hanya ingin anaknya akan hidup baik dan tenang walaupun tanpa ada dia karena itulah sejak awal dia bekerja dia pasti selalu menyimpan bahkan tujuh puluh persen gajinya untuk dia tabung" jelas Ali. Bagas sangat dekat dengan Ali, karena itulah saat itu Ali menitipkan Kenzo agar bisa di bimbing Bagas dengan baik dan menjadi dokter sungguhan yang benar-benar bekerja dengan hati. Ali berhutang Budi dengan Bagas begitu pula Kenzo, sebisa apapun mereka akan berjuang untuk membantu Skyla mendapatkan apa yang seharusnya dia miliki, mereka tau pasti sejak awal memang Bagas selalu melakukan apapun demi anaknya, jika sampai nanti ada pihak yang mengambil itu semua pasti Bagas akan sedih di sana karena sejak awal dia bekerja keras untuk anak semata wayangnya. kehidupan Skyla masih panjang, dia tidak mau melihat anaknya sengsara tanpa dirinya. Apalagi Bagas juga tau jika keluarga tidak ada yang mau menerima Skyla dan dia hanya bisa pasrah dan berdoa semoga anaknya akan kuat bertahan untuk melakukan segala hal yang mungkin terjadi kedepannya. "Ya sudah nanti Papa kesana sama Mama, kamu ingat urus yang tadi papa Katakan" ujar Ali. "Baik Pa, ya udah Kenzo istirahat dulu ya sejak semalam belum tidur." ucap Kenzo. Bahkan beberapa jadwal harus dia cancel karena dia memang tidak bisa untuk tidak hadir dalam upacara pemakaman Bagas, dia sangat kehilangan gurunya itu dia harap Bagas mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD