Skyla kini duduk termenung di ruang tamu, banyak orang datang yang mengucapkan bela sungkawa. Suster Naya dan keluarga Rosita berada di sini untuk membantu Skyla, dia masih lemas dan masih mencerna semua yang terjadi padanya. Semuanya masih terasa mimpi baginya, bagaimana mungkin dalam waktu satu malam dia kehilangan Papa nya? bukankah hal itu sangat mengejutkan jikalau kau menjadi dirinya? air matanya bahkan seakan kering dia tidak lagi menangis dan hanya terdiam dengan wajah yang pucat.
"Sky, ayo makan dulu nak jangan begini kamu harus tetap kuat" ucap Suster Naya.
Tiap kali Skyla ingin bicara, hanya air mata yang menetes hal ini membuat Naya kasihan. Dia lalu berinisiatif untuk mengambilkan sedikit makanan untuk Skyla. Naya tidak bisa membiarkan Skyla terus meratapi apa yang dia alami, Skyla harus tetap kuat dan tangguh karena dia yakin setelah hari ini akan banyak kesulitan yang dia alami terlebih semuanya berhubungan dengan keluarga Papanya.
Mereka tidak akan mungkin membiarkan Skyla mendapatkan sedikitpun harta warisan dari Bagas, mereka ingin Skyla hidup sengsara karena telah menjadi pembawa sial dalam keluarga mereka. Semua yang mereka tuduhkan pada Skyla adalah suatu hal yang sama sekali tidak berdasar, mereka hanya bisa memandang dari satu sisi tanpa pernah memikirkan perasaan Skyla seperti apa, sudah bertahun-tahun Skyla merasakan perlakuan yang tidak baik dari mereka tapi kini semuanya lebih pedih dari apa yang telah mereka lakukan.
"Makan nak, Tante suap" ucap Naya.
Awalnya Skyla tidak mau tapi Naya memaksa, sejak semalam anak ini sama sekali tidak memakan atau minum apapun, dia bahkan telah mendonorkan darah untuk Bagas seharusnya Skyla Istirahat setelah itu tapi dia sama sekali tidak melakukannya.
"Makan Sky, Ica temenin" ucap Rosita yang datang.
Rosita memberi tahu pada Naya jika saat ini Mamanya membutuhkan bantuan dari Naya karena banyak teman teman rekan sejawat yang datang untuk mengucapkan bela sungkawa pada Skyla. Bahkan disini ada bos besar pemilik Rumah sakit yang ingin bertemu dengan Skyla.
***
Naya bertemu dengan Ali dan Rachela, dia tidak lagi heran karena disini Bagas adalah dokter hebat kebanggan dari rumah sakit mereka, sudah sewajarnya jika mereka datang kesini untuk memberikan bela sungkawa.
"Maaf Pak, Tapi Skyla masih belum bisa di temui dia masih syok dan bahkan belum mau bicara apapun" ucap Naya.
"Saya sudah tau dari cerita Kenzo, saya minta tolong untuk seminggu ini kamu bantu Skyla apa yang dia butuhkan. Saya sudah bicara sama pihak rumah sakit jika kamu akan kerja disini seminggu untuk merawat Skyla, Saya tidak sanggup melihat anak itu sendiri" ujar Ali.
"Baik Pak, saya akan melakukan apa yang telah diperintahkan" jawab Naya.
"Tolong jaga Skyla dengan baik ya, dia anak yang baik jangan sampai di sakiti oleh mereka lagi, dia tidak salah apapun dan dia tidak pantas diperlakukan dengan tidak baik oleh orang itu" ucap Rachela.
Skyla seumuran dengan anak perempuan nya, di saat anak seusianya masih membutuhkan orang tua dan bahkan tidak bisa melangkah memutuskan apa yang dia lakukan sendiri kini Skyla di tinggal oleh kedua orang tuanya untuk selamanya, Rachela tidak bisa membayangkan jikalau hal ini terjadi pada putrinya dia pasti akan kasihan sekali.
"Ini semua katering dan kebutuhan lainnya sudah di selesaikan pembayarannya?" tanya Ali.
"Sudah pak, untuk katering di bayar oleh keluarga sahabat Skyla dan selain itu tidak ada lagi kebutuhan yang lainnya, saya hanya takut jikalau nanti keluarga dari Dokter Bagas akan kesini dan kembali menyakiti Skyla terlebih hal yang saya takutkan pasti mereka tidak ingin jika semua yang dimiliki dokter Bagas jatuh pada anaknya" ujar Naya.
"Saya sudah tau akan hal itu, Bagas sudah meminta tolong kepada saya untuk menjaga Skyla jikalau ada suatu hal yang menimpa dirinya. Bagas pernah mengatakan semua harta dan semua asuransi yang dia miliki jatuh untuk anaknya, Bagas juga tidak memiliki hutang ataupun kartu kredit karena itulah tidak ada hal yang harus dikhawatirkan mengenai utang piutang" jelas Ali.
Naya merasa bersyukur setidaknya sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan Bagas sudah mempersiapkan itu semua, Bagas juga sudah tau terlebih hubungan dengan keluarga nya sendiri pun tidak baik, pasti dia ingin memberikan semua yang terbaik bagi Skyla. Masa depan Skyla juga masih panjang, banyak hal yang harus di perjuangkan untuk bisa sampai di titik yang diinginkan oleh Bagas untuk putrinya.
"Terima kasih Pak, Bu" ujar Naya.
"Saya yang terima kasih, tolong rawat Skyla" ucap Rachela.
"Mungkin untuk masalah tentang harta atau apa tidak akan saya katakan pada Skyla sekarang karena waktunya yang tidak tepat, mungkin setelah seminggu atau lebih baru saya katakan semuanya, saat ini juga Kenzo masih bertanya-tanya tentang asuransi apa saja yang dimiliki oleh Bagas" jelas Ali.
Naya mengerti, untuk saat ini tidak etis jika mereka membahas masalah harta karena air mata Skyla saja belum kering, Bagas pun bahkan baru saja di makamkan. Biarkan semuanya mengalir seperti biasanya, saat ini yang dibutuhkan Skyla hanyalah ketenangan dan dia masih harus menerima kenyataan yang pedih seperti ini. Banyak orang yang menyayangi Skyla dia tidak boleh berpikir pendek untuk menghilangkan nyawanya sendiri karena hidup sebatang kara.
"Ya udah Ma, Papa mau ke depan tadi ada para dokter dan rekan-rekannya di sana, Mama temenin Skyla" ujar Ali.
"Iya Pa," jawab Rachela.
Kehilangan adalah suatu hal yang sangat menyedihkan, Rachela juga pernah merasakan hal itu dia yang dulu kehilangan buah hati yang ada di dalam kandungannya karena kecelakaan yang di sengaja oleh orang lain. Dia pun tidak bisa menerima semua itu dengan mudah butuh waktu lama hingga dirinya bisa lebih tenang dan menerima kenyataan bahwa dirinya sudah kehilangan buah hati yang dia tunggu-tunggu sejak lama.
"Skyla" panggil Rachela.
"Tante," jawab Skyla.
Skyla pernah bertemu dengan Ali dan Rachela karena saat itu mereka pernah makan siang bersama diajak oleh Papanya, tapi memang Skyla sama sekali tidak tau jikalau anak dari mereka adalah dosennya itu.
"Tante hiks Papa ninggalin Skyla" tangis Skyla memeluk Rachela.
"Tabah ya sayang, ini semua sudah takdir Tuhan kamu harus tetap kuat, Tante akan bantu sebisa Tante" ucap Rachela memeluk Skyla.
Skyla memang harus sabar dan tabah dalam menghadapi segala hal yang telah ditakdirkan oleh Tuhan. Semuanya memang sudah terjadi dan tidak ada yang perlu di sesali, semuanya sudah menjadi kehendak dari Tuhan dan mungkin ini semua yang terbaik untuk Bagas dan Skyla kedepannya.
"Sky ayo makan dulu, di isi tenaganya senyum dan ceria butuh banyak tenaga sayang" ujar Rachela.
"Iya Tante, Skyla nggak mau makan nih" ucap Rosita mengadu.
"Skyla ga nafsu makan" jawab Skyla.
"Kalau kamu nggak makan gimana cara menghadapi suatu hal yang terjadi kedepannya sayang? kehidupan kamu masih panjang kamu harus tetap berjuang agar semua yang telah kamu harapkan menjadi kenyataan, Tante yakin kamu kuat dan mampu dalam menjalani segala hal yang telah terjadi, Tante akan sebisa mungkin membantu kamu apapun yang kamu butuhkan Sky, Bagas sudah kami anggap sebagai keluarga jadi kamu juga sudah Tante Anggap sebagai bagian dari keluarga Tante " ucap Rachela.
Rosita bersyukur banyak orang yang menyayangi Skyla, sekarang memang yang dibutuhkan oleh Skyla adalah dukungan dari orang-orang yang menyayangi dirinya, Rosita tidak mau jikalau Skyla kembali tertekan dan merasakan hal yang seperti pagi tadi. Penolakan dan kekerasan fisik yang dilakukan oleh neneknya membuat Trauma bagi Skyla.
***
Sudah pukul Sepuluh malam, semua tamu sudah pulang dan kini hanya tinggal Rosita dan Abangnya yang ada disini. Rosita menemani Skyla sedangkan Galih tidur di ruang tamu karena dia memang di minta orang tuanya untuk menjaga Skyla dan Rosita.
Galih sangat kasihan dengan Skyla, hidupnya semakin kesepian dan tanpa lagi kasih sayang kedua orang tuanya. Galih tidak habis pikir kenapa sampai mereka tega melakukan hal yang bahkan tidak pantas untuk Skyla yang sangat merasa kehilangan seperti ini.
Beberapa saat kemudian Rosita duduk di ruang tamu menghampiri kakaknya, rumah ini memang bukan rumah dua lantai. Rumah mereka rumah sederhana dengan sekeliling rumah yang teduh karena banyak tanaman dan pohon disini. Rumah yang nyaman tapi sayang dengan isi hati yang kosong karena di tinggalkan.
"Kenapa dek?" tanya Galih.
"Ica nggak bisa tidur Bang, tadi semua tempat makan udah di ambil orangnya semua kan?" tanya Rosita.
"Sudah baru aja tadi kakak bantu mereka bawa barang di pick up mereka" jawab Galih.
"Rasanya Ica masih nggak percaya kalau Om Bagas meninggal Dunia, dalam satu malam semuanya berubah ini semua pasti sangat menyakitkan bagi Skyla" ujar Rosita.
"Iya, Abang nggak tega apalagi lihat perlakuan keluarga mereka yang bahkan seperti tidak punya etika, mereka menyiksa Skyla di depan jenazah Om Bagas dan bahkan di depan semua orang yang melayat saat itu. Mereka apa nggak punya malu? semua yang dilakukannya tidak berdasar seharusnya mereka tidak melakukan hal itu" ujar Galih.
Rosita mengangguk, masalah keluarga Papa Skyla yang memperlakukan dirinya dengan tidak baik memang sudah mereka dengar sejak dulu, tapi mereka juga kaget kenapa perlakuan mereka sangat kejam pada Skyla? padahal saat ini Adalah hal yang paling menyakitkan bagi Skyla sendiri seharusnya mereka sadar dan tidak mengutamakan egonya untuk sedikit saja memberikan pengertian dan kebebasan bagi Skyla untuk melihat Papanya sebelum di makamkan.
"Ica lapar Bang, mau makan" ucap Rosita pada akhirnya.
"Kamu belum makan tadi?" tanya Galih.
"Belum lah, Ica nggak enak tau Bang makan di tempat orang berduka. Order nasi goreng kek bang, kalau nggak sate atau apa deh yang ada lagi pula udah malam jadi seadanya aja yang bisa di order," jelas Rosita.
"Ya sudah Abang order, Kamu tuh ya kalau lapar mah sejak tadi seharusnya sayang, kamu jangan tunda-tunda kayak gitu" pesan Galih.
"Bukan kayak gitu bang, tau sendiri Skyla aja nggak nafsu makan seperti itu masa aku mau nggak perhatian makan bolak balik depan dia? nggak enak juga bang" ujar Rosita.
Galih mengerti dengan perasaan Rosita, dirinya pun pasti bingung dengan apa yang harus dia lakukan sehingga pada akhirnya dia hanya menahan rasa laparnya dan menunggu Skyla tidur terlebih dahulu. sahabatnya itu sangat kelelahan apalagi sejak semalam tidak tidur hingga baru beberapa jam tadi dia bisa terlelap itupun karena paksaan dari Rosita.
"Setelah ini apa yang akan Skyla lakukan? kamu harus sama dia terus dek namanya juga lagi banyak pikiran dia pasti kadang mikir yang tidak-tidak, apalagi semua yang dia rasakan saat ini terlalu membuat dirinya frustasi. Seharusnya keluarganya yang pertama ada untuk dirinya tapi kini? tak ada siapapun dari mereka yang hadir, Abang sampai gak habis pikir dengan apa yang telah mereka lakukan" jelas Galih.
"Apapun yang terjadi nanti kita harus temenin Skyla dan kita lindungi dia Bank, bau baunya kini Ica mencium akan ada perebutan warisan dari keluarga itu" jelas Rosita.
Galih mengangguk, dia sudah bisa menebak hal itu. Keluarga Bagas pasti tidak akan rela jika harta anaknya akan jatuh pada orang yang mereka benci. Seumur hidup Bagas dia bekerja untuk anaknya, Bagas hanya tidak mau jika nantinya Skyla akan susah jika tanpa dirinya karena itulah dia selalu irit dan bahkan tidak membeli suatu barang jika dia tidak membutuhkan hal itu.
Bagas juga tetap memberikan uang untuk ibunya, dia tidak lupa itu tapi dia juga harus memberikan kehidupan yang layak untuk masa depan anaknya ketika dia sudah tiada seperti ini. Hal-hal yang berkaitan dengan Skyla sudah dia atur sejak dini, dia tidak mau jika dia pergi Skyla akan lontang-lantung tanpa arah dan membuat hidupnya menderita.
"Kita harus jaga apa yang menjadi hak Skyla, dia saat ini jadi yatim piatu bahkan tiada satupun dari pihak keluarga yang akan perduli dengannya, kalau Ica jadi Sky pasti Ica nggak tau lagi apa yang harus Ica lakukan, sekarang apa-apa dia harus sendiri dan bahkan dia tidak tau apa yang terjadi kedepannya, tapi Ica yakin banyak yang sayang Ica dan akan membantu Ica jika dirinya membutuhkan bantuan, Om Bagas sudah banyak berpesan pada temannya untuk menjaga Ica dengan baik jikalau dia pergi terlebih dahulu nantinya" ucap Rosita.
"Iya, bahkan disini banyak yang datang dan menjenguknya kalau Om Bagas bukan orang yang baik pasti tidak akan sebanyak itu orang yang datang nantinya." jelas Galih.
Mereka mendapatkan banyak pelajaran disini, semua yang terjadi saat ini adalah pelajaran bagi mereka. Menjadi orang harus hidup dengan baik, jikalau mereka melakukan dengan baik maka orang lain pun akan melakukan hal yang sama kepada kita.
Skyla harus kuat demi Papanya, segala hal sudah dilakukan Bagas agar Skyla bisa hidup dengan baik karena itulah dia tidak mau jika segala hal yang dilakukan oleh Bagas akan sia-sia karena Skyla yang berpikir pendek untuk menghabisi nyawanya sendiri.
bersambung