
Juwita harus pindah sekolah untuk yang ketiga kalinya. Pertama dan kedua karena Juwita malas bersosialisasi dengan manusia, dan yang ketiga karena pekerjaan Papa, Dia mulai bosan harus memperkenalkan diri kepada seluruh warga sekolah di lingkungan baru “Perkenalkan namaku Juwita”menjadi kalimat yang paling muak untuk diucapkan . Padahal Juwita sudah minta kepada Maminya untuk homeschooling saja, meskipun mereka pindah rumah ini karena pekerjaan Papa sebagai manajer di salah satu perusahaan keramik, dan Mami yang harus meninggalkan pekerjaannya sebagai MUA sudah terkenal sekota Medan. Rasanya Juwita tak yakin bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekolahnya yang baru. Walaupun begitu, Juwita akhirnya mencoba membuka diri untuk bersosialisasi dengan mencari teman virtual, sampai akhirnya bertemu dengan Daniel; teman virtual yang tanpa sengaja menumbuhhkan benih cinta pertamanya. Cinta itu datang dengan cepat mengobati rasa peduli, sayang, dan mengapresiasi yang tidak dia dapat dari Papa dan Mami Juwita. Sebagai siswa kelas 11 di semester dua, Juwita mulai mengubah pola pikirnya dan memberanikan diri berbicara dengan salah seorang murid laki-laki bernama Miko, yang saat itu diam-diam sering memperhatikan Juwita menyendiri di taman sekolah sampai senja. Miko si murid tampan; atlet tenis meja dan basket di sekolah. Bersekolah di sekolah yang terkenal hanya untuk orang kaya membuat Miko mendapatkan tekanan untuk terus bisa mengharumkan nama sekolah melalui pencapaiannya dalam dunia olahraga. Kalau tidak begitu dia tidak akan bisa bersekolah, karena selama ini beasiswalah yang membuatnya bertahan di sekolah itu. Juwita yang cukup namun orang tuanya yang tidak perduli dengannya membuat dirinya iri saat melihat keluarga Miko yang penuh rasa cinta, meskipun Ibunya tunarungu dan adiknya downsyndrom. Miko tetap mendapatkan kasih sayang penuh dari keluarganya. Pertemanan mereka tidak berhenti sampai disitu.
Semesta memiliki tujuan lain terhadap kepindahan Juwita di sekolah yang ketiga. Banyak rahasia busuk yang ternyata disimpan oleh Yayasan di sekolahnya. Satu persatu perlakuan guru mulai membuat Juwita menyimpan curiga, sampai akhirnya dia memustukan untuk berteman dengan Miko demi menyingkap kebusukan yang disimpan Yayasan sejak lama. Kebusukan itu ternyata berhubungan dengan keluarga Daniel.

