Suasana di dalam mobil terasa begitu canggung, baik Alma ataupun Revan tidak ada yang bersuara. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Alma memilih menatap jalanan melalui jendela di bagian pintu mobil, sementara Revan fokus mengemudi dan melihat lurus ke depan sesekali ia menoleh ke samping kiri di mana sang gadis berada. "Ngapain aja kemarin?" tanya Revan akhirnya memecah keheningan yang sejak tadi mengikat keduanya. "Kerja. Memangnya mau ngapain lagi?" Alma menjawab seraya balik bertanya. "Ya siapa tahu kamu mau ngangenin saya," goda pria itu seraya terkekeh. Alma pun kemudian memutar tubuh menghadap ke arah Revan. "Boleh saya tanya sesuatu?" Revan tidak langsung menjawab, Ia membawa kendaraan yang dikendarai ke bahu jalan lalu berhenti di sana. setelah memasang rem tangan, p

