"Boleh aku duduk?" tanya Afika menoleh pada Revan dan Alma bergantian. "Duduklah," jawab Revan Gadis yang saat ini mengenakan celana panjang berwarna hitam tersebut duduk di hadapan dua orang yang baru beberapa saat lalu selesai makan malam. "Kamu apa kabar, Van?" tanya Afika seraya menatap penuh kerinduan pada pemuda itu. "Alhamdulillah baik. Seperti yang kamu lihat," jawab Revan dengan nada datar. Sama sekali tidak bertanya tentang kabar wanita itu. Merasa tidak berkepentingan, Alma pun berniat untuk pergi, Namun bagian atas pergelangan tangan yang terbungkus blazer berlengan panjang, ditahan oleh pemuda itu, hingga ia pun urung pergi. "Aku beberapa kali menghubungi kamu tapi nomor kamu sudah tidak aktif. Dan aku juga dengar kabar kalau kamu sekarang menggantikan Om Aditya di peru

