Setibanya di apartemen, Abella tak langsung menuju unit pribadinya. Ada dorongan tiba-tiba untuk menginap di unit Chiara. Malam itu, dia merasa butuh bahu untuk bersandar, seseorang yang bisa dia ajak bicara tanpa harus menjelaskan terlalu banyak dan satu-satunya orang itu adalah saudari kembarnya. Kepalanya penuh, dadanya sesak, dan dia tak tahu harus mengeluh ke siapa lagi selain Chiara. Hanya Chiara yang bisa mengerti tanpa perlu banyak kata. Beruntung, mereka saling mengetahui password unit masing-masing. Abella tak perlu menekan bel atau mengucap permisi. Seperti biasa, dia langsung membuka pintu dan masuk. Sejak kuliah dulu, mereka terbiasa saling keluar-masuk unit tanpa batasan, karena dulu pun mereka tinggal dalam satu unit yang sama. Begitu Abella mendorong pintu unit Chiara, l

