Ratih datang membawa secangkir kopi hangat, aroma robustanya menyatu dengan udara malam yang basah oleh hujan. Langkahnya pelan saat mendekati Damian, lalu tanpa berkata-kata dia duduk di pangkuan suaminya. Damian menyambut tubuh istrinya dengan tangan hangat yang langsung mengusap punggungnya lembut. Mereka berada di balkon ruang baca Damian, dikelilingi suasana malam yang tenang, hanya ditemani rintik hujan dan temaram lampu gantung yang bergoyang pelan tertiup angin. Jakarta diguyur hujan sejak sore kemarin. Suasananya menenangkan, tapi hati Ratih tak bisa ikut tenang. "Apa Mas udah tau keberadaan Abella?" bisik Ratih dengan suara yang nyaris tenggelam oleh suara hujan. "Aku khawatir, Mas. Rasanya nggak bisa tidur nyenyak sebelum tau anak kita di mana. Ini udah dua hari kita nggak ter

