8. Suara Buaya Posesif

1130 Words
Hubungan Audy dan Gala semakin membaik walaupun pada awalnya Audy menerima Gala juga bukan atas dasar cinta dan video call setiap malam menjadi rutinitas mereka sebelum tidur. Saat ini Gala sudah lulus kuliah dan bekerja di kantor milik papanya sebagai wakil direktur. "Sayang besok kamu selesai ketemu dosen pembimbing jam berapa?" tanya gala saat mereka melakukan video call. "Kayaknya gue sampai sore deh di kampusnya, palingan sampai jam 4 an lah," jawab Audy dan belum merubah panggilan 'lo-gue' nya ke Gala. "Oke sayang, kalau gitu besok aku jemput ya pulang kantor, habis itu kita ke PIM sebentar ya, ada yang mau aku beli, trus kita sekalian nonton dan cari makan disana, mau ya?" tanya Gala ketika malam hari mereka Video Call. "Emang mau cari apa sih?" "Mau cari kemeja buat acara di kantor papa, mau ada rapat para pemegang saham dan evaluasi tahunan. Terus pengen aja beli kemeja baru, mumpung sekarang aku punya pacar yang bisa di ajak kemana-mana," goda Gala sambil menaik turunkan alisnya. "Emang kalau nggak punya pacar, lo nggak beli baju?" "Bukan begitu sayang, kalau punya pacar kan enak, ada yang bisa di bawa kemana-mana biar nggak di bilang jomblo mulu," sanggah Gala. "Hello...jombol??? siapa yang bilang kalau lo jomblo, sini gue kasih lihat seorang Gala Mahendra! Setau gue nggak pernah tuh lo jomblo! belum sampai putus aja, kadang udah banyak cadangannya tuh! emang dasar gue aja yang apes bisa sama lo sekarang!" sewot Audy. "Gak ikhlas banget sih sayang, beneran aku itu setia, aku itu sayanggg banget sama kamu, buktinya aku nggak pernah lirik-lirik atau dekat cewek lain lagi selain kamu." "Halahh gombal, lihat aja nanti," jawab Audy sambil memutar bola matanya. "Kalau aku yang lirik-lirik cowok lain boleh kan??" "Coba aja kalau berani, aku kurung kamu di kamar, nggak aku kasih keluar!" nyolot Gala "Dasar Mr.pocecip, belum pacaran aja udah nglarang-nglarang." "Coba ngomong sekali lagi!" tantang Gala Audy hanya memutar bola mata malas, "Sekali lagi bilang bukan pacar aku, apa lagi sampai mau lirik-lirik cowok lain, lihat saja besok, aku buat kamu lemas, kalau perlu nggak bisa jalan, aku kurung kamu di apartemen," tegas Gala sekali lagi. "Ya udah, besok nggak usah jalan aja sekalian, nggak usah ketemu gue lagi," tolak Audy "Ohh tidak bisa nona... anda sudah masuk dalam hati Gala Mahendra, jangan coba-coba menghindar apalagi mencoba pergi, nggak akan bisa dan nggak akan aku biarin." "Kok kayak denger suara buaya posesif ya??" ejek Audy. "Tapi kembali ke kesepakatan kita di awal, aku tidak pernah menawarkan apalagi menjanjikan cinta buat kamu Gala, paham kan sampai sini?? jangan sampai aku muak dan nggak segan-segan pergi." "Okey okey kamu menang kali ini! tapi tunggu saja, aku beneran akan buktikan kalau aku cuma sayang sama kamu, seperti yang selalu aku bilang sama kamu." Audy hanya mengangkat kedua bahunya saja, dia juga tidak menjawab pernyataan cinta Gala. "Gue udah ngantuk nih, gue matiin ya telphonnya." "Padahal aku masih kangen dan pengen ngobrol sama kamu sayang, sleep call aja boleh nggak sih, kamu tidur aja kalau ngantuk, aku temenin, aku cuma pengen lihat wajah kamu lama-lama siapa tau, ntar aku jadi mimpi ke surga ketemu bidadari kayak kamu," goda Gala. "Huekk, udah jangan kebanyakan bacott, bye!" jutek Audy sambil mematikan sambungan telphon dengan Gala. Gala hanya tertawa melihat tingkah Audy yang menurutnya sanggat mengemaskan, apalagi kalau sudah ngomel-ngomel semakin imut saja. "Baiklah sampai jumpa besok sayangku, nggak sabar mau godain kamu lagi," kalimat terakhir sebelum Audy menutup sesi video call mereka dan selanjutnya Gala juga menyusul untuk terlelap, hal kecil yang berarti bagi Gala yaitu menggoda Audy sebelum tertidur. *** Mungkin inilah yang di katakan rezeki anak sholehah, bagaimana tidak, karena bucinnya Gala pada Audy dia seakan ingin memberikan apapun untuk wanitanya tanpa perlu Audy merengek bahkan sebelum dia meminta. Seperti saat ini dua sejoli itu sudah ada di PIM di salah satu counter pakaian dengan merk ternama dan jangan tanya harganya, bahkan Audy akan berpikir beberapa kali untuk membeli pakain disini. Kalaupun di paksakan bisa-bisa dia puasa selama satu bulan karena uang jajannya tidak cukup. Setelah makan siang tadi, Audy terpaksa menemani Gala untuk mencari kemeja seperti ucapannya semalam, padahal itu hanya alasannya saja, sebenarnya ia tidak butuh-butuh amat, pakaiannya di rumah sudah banyak dan kalaupun perlu biasanya mamanya sudah membelikan semua kebutuhannya. "Pilih saja sayang, mau beli yang mana, nanti aku yang bayar, bebas," ucap Gala dengan entengnya. "Enggak usah, kan lo yang mau belanja, gue cuma nemenin aja," tolak Audy "Gak papa sayang aku seneng belanjaiin kamu, apa perlu aku yang pilihin aja? baju ini bagus buat kamu, kayaknya kamu bakal tambah sexy kalau pakai baju ini,"goda Gala berbisik sambil mengambil satu baju model kerah sabrina dan membentuk tubuh lekuk tubuh itu. "Pakek aja sendiri kalau lo suka, jangan harap gue pakai baju itu cuma demi muasin pikiran kotor lo," ketus Audy dan itu menjadikan Gala tak bisa menahan tawanya. See gadis bernama Audy itu memang unik, begitu pikiran Gala yang membuatnya semakin sayang. "Kenapa sih kamu itu ngerti banget sama aku sayang, jadi makin cinta deh aku sama kamu," goda Gala dan Audy hanya memutar bola mata malas tanpa menjawab godaan Gala. "Beneran aku beliin, kamu mau yang mana ambil aja, kali ini aku serius sayang, aku mau bikin wanitaku selalu bahagia, siapa tau nanti aku dapat hadiah dari kamu," godanya dengan mengerlingkan satu matanya. "Ogah!" jawab Audy Sebenarnya itu hanya gurauan Gala saja, dia paling suka membuat Audy menjadi emosi dan marah-marah yang menurutnya semakin imut, tapi kali ini Gala serius dan memaksa Audy untuk berbelanja. "Oke oke aku serius kali ini, Audy Rahmadi pacar Gala yang tersayang, kamu harus belanja dan tunjukan ke orang-orang bahwa pacar kamu yang ganteng dan baik hati ini bukan lelaki pelit tapi lelaki baik hati dan murah senyum yang akan membahagiakan kamu dan menuruti semua keinginan kamu," ucap Gala memaksa. "Kalau aku minta sama toko-tokonya sanggup lo?" jawab Audy dengan malas "Asal kamu mau nikah aja besok sama aku, pasti aku beliin sama toko-tokonya," jawab Gala sambil tertawa "Dalam mimpi lo!" jawab Audy sambil berlalu meninggalkan Gala. Tapi Gala tidak mau kalah, dia mengenggam tangan Audy dan dengan sabarnya memilihkan semua kebutuhan Audy mulai dari baju, tas, sepatu yang pastinya dengan harga yang tidak murah. Tapi dia melakukan itu dengan senang hati, karena Audy malas berdebat dengan Gala akhirnya dia hanya menurut saja dalam pikirannya toh bukan dia yang meminta lebih dulu, Gala sendiri yang memaksa membelikan semua untuk nya, begitu pikiran Audy. Setelah proses pembayaran selesai, mereka keluar dari counter dan berjalan mencari tempat makan, karena tanpa terasa hari sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan sebentar lagi waktunya makan malam, tak terasa memang sudah selama itu mereka berbelanja. Sambil terus berjalan Gala berbisik pada Audy, "Ini semua gak gratis ya sayang, habis ini aku tagih di apartemen," bisik Gala dan dihadiahi dengan pelototan dan cubitan dari Audy.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD