Part 14

798 Words
    Naka dan anggota band yang lain sudah berada di salah satu ruang kelas, salah satu panitia memberikan pengarahan kepada kami. Jujur, Naka tidak begitu menyimak arahan yang diberikan sama anak SMA tersebut karena pandangan Naka teralihkan oleh sekumpulan orang yang berkumpul di depan lapangan, Naka seperti mengenal orang-orang itu dan ternyata itu teman-teman sekelasnya dulu. Naka bukannya tidak akur dengan teman sekelasnya dulu, tapi semenjak hubungannya dengan Bari berakhir semua teman-temannya menjauh dari dia atau yang lebih jelasnya Naka yg menjauh dari teman sekelasnya. Jika ada yang bertanya mengapa, karena Naka malu, malu karena sudah dicampakkan begitu saja oleh Bari.      Tiba-tiba, "Naka! Hey Naka, earth to naka?" panggil tony sambil menjentikkan jarinya tepat di muka Naka.     "Eh ya, sorry, knp?"     "Pay attention girl! Gw bilang kita akan mulai sekitar 1 jam lagi, itu pun kalau g molor, karena pihak panitia mau kasih kesempatan untuk band sekolah ini perform sebelum kita. " Jelas tony dan dibalas anggukan oleh Naka.     "Kamu kenapa syg? laper lagi?" tanya tian sambil mengusap kepala naka dan menyematkan rambut naka ke belakang telinganya.     "Ga syg, ak g laper, cuma g tau nanti ak sanggup g buat perform di panggung." jelas naka dengan muka cemas sambil menggigit bibir bawahnya.     "Kamu pasti bisa, hayo pede ajah! kalau g kita jalan-jalan biar aga tenang!" tawaran tian sangat menggiurkan tapi langsung ditolak mentah-mentah oleh Naka. Naka ga mau para alumni mengetahui dia mengikuti acara itu, terutama alumni yang seangkatan dengannya.     Dari dulu Naka termasuk anak yang penutup tapi bukan berarti pendiam, teman-temannya tau sifat Naka yang tidak terlalu akur berteman dengan banyak wanita, teman wanitanya yg dekat paling hanya 1 atau tidak lebih dari 3 dan dia lebih nyaman berteman dengan teman lelakinya.  Selain karena perawakan Naka yang tomboy tapi Naka memang terkadang tidak memahami jalan pikiran wanita yang terlalu sensitif.      "Loe kenapa, semenjak tiba disini jadi makin diem ajah?" tanya tony yang memecahkan lamunan Naka.     "Oh gpp ko, aku cuma bingung ka mau ngapain dulu." jawab asal Naka.     "Oh istrahat ajah dulu, kalau g pemanasan takut-takut nanti tangan loe tiba-tiba keram atau jadi kaku!" seru tony sambil beralu keluar dari kelas.     Selagi Naka dan bandnya sedang menyiapkan diri, di tempat lain tepatnya di jalan tol Jakarta menuju Bogor, bari mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata bersama andrei di bangku penumpang.      "Bro lama kali kau nyetir!" seru Andrei yg sepertinya sudah tidak sabar untuk segera tiba di tempat tujuan.     "Ya elah, kaya mau lamaran ajah lo, buru-buru! Mau ketemu sapa sih loe?" tanya Bari dengan muka kesal.     "Hmmm, jujur, semalem gw stalking IG-nya dennis, dia kayanya mau dateng juga."     "Dih, cinta lama g kelar! masih aja loe ngincer dia!"      "Hehehhe, doi makin cakep bro dan seksi!" seru Andrei sambil meng-scroll IG-nya.     "Dih, najis bgt m***m loe! Ni keluar tol belok kanan juga udah sampe ko!"      "Lah iya, g sadar gw!"     Bari akhirnya sampai di sekolahnya dulu, melihat ke kanan dan kiri sambil mencari parkiran kosong, tiba-tiba...     "Brooooo, kosong noh kanan depan!" teriak andrei di kuping bari.     "Njiiirrr, ga usah teriak-teriak bego, gw juga liat!"     "Hehehe gw pikir loe g liat, udah buru kesana!" seru andrei sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah parkiran kosong.     Setelah memarkirkan mobilnya, Bari dan Andrei menuju gerbang yang juga disambut oleh para panitia. Mereka mengisi buku tamu dan memberitahu alumni angkatan berapa dan diantar untuk ke bangku di depan panggung agar berkumpul dengan alumni yang lain. Bari bertemu dengan teman-teman semasa SMA-nya dulu, saling berbincang, menanyakan kabar dan kegiatan sekarang. Bari melepaskan pandangan matanya keseluruh arah, berharap Naka pun datang, tapi sepertinya harapannya pupus dan kali ini peruntungan tidak berpihak dengannya. Bari melangkahkan kakinya, merasa bosan hanya duduk dan mendengarkan temannya memamerkan kekayaannya.     "Bro, mau kemana loe?" tanya andrei sambil menggenggam lengannya.     "Njir, kaya homo loe, lepas gila, gw mau ke toilet doang!"     "Wkwwkwkw, lah iya yak, ya udah sono, buru balik yak bis ni katanya seru acaranya, katanya ada acara amal gitu! Loe kan banyak duit, jadi loe harus ikut serta lah, jangan pelit harus sedekah biar enteng jodoh lagi!" jelas andrei.     "Wah gila loe bilang gw g pernah sedekah jadi susah jodoh, lupa loe gw udah pernah ketemu jodoh gw!" sahut bari.     "Iye gw tau, tapi maaf ni, kan loe udah ditinggal nih sama jodoh loe sebelumnya, berarti Allah nyaipin jodoh lain lagi buat loe, percaya kan sama gw!"     "Iye gw percaya, makanya gw ikut kesini, kali ajah gw ketemu sama jodoh gw yg satu lagi!" jawab bari sambil berlalu ke toliet. Pada awalnya bari memang tidak berniat mencari pasangan hidup lagi, tapi ketika bertemu Naka, dia bangkit kembali dan yakin bahwa Naka tercipta memang untuk Bari, kalau tidak buat apa Tuhan mempertemukan mereka kembali.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD