Pagi hari setelah kejadian semalam, Meli lebih banyak diam, dia tak berani bertanya lagi apa-apa lagi, dia tak berani berharap banyak. Makan dalam diam hingga bahunya ada yang menepuk pelan, Meli menoleh, menatap Anton yang terlihat segar karena habis mandi. "Makan yang banyak, biar sehat dan nggak kurus kayak sekarang ini, dulu kamu kan agak berisi loh Mel, lebih cantik gitu kalo ntar kita nikah." Anton tertawa, Meli menatap wajah sepupunya tanpa senyum. "Mas Anton sejak tadi malam bilang gitu, Mas Anton sadar nggak sih, kita pernah gagal kayaknya aku takut mau memulai lagi." Meli kembali menyuapkan nasi goreng mengunakan tangan kiri dan Anton segera duduk di dekat Meli, meraih sendok di tangannya. "Nggak ah aku makan sendiri," ujar Meli, rasanya ia sungkan jika terus disuapi Anton.

