31

1446 Words

Meli membenahi beberapa barang miliknya, yang penting-penting ia masukkan dalam dus sedang, yang lain ia tinggalkan. "Cepet banget prosesnya ya Mel, biasanya lama, bulan depan berarti kamu nggak di sini lagi dong ya?" Teman satu ruangan Meli membantu mengemasi barang-barang Meli terlihat sedih. Meli hanya tersenyum masam, sejujurnya ia juga sangat sedih ia sudah cukup dekat dengan karyawan yang ada di kantor yang telah cukup banyak memberinya pengalaman manis dalam bekerja. "Aku juga nggak nyangka akan secepat ini," sahut Meli. "Bu Meli ada tamu." Tiba-tiba suara Pak Saidi mengagetkan Meli yang sedang asik mengemasi barang-barangnya. Ia bergegas ke ruang tamu kantor dan seperti biasa ia menemukan Bram di sana. Meli berjalan pelan dan duduk di seberang Bram, yang terus menatapnya. "Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD