Meti berbalik, ia menatap tepat di manik mata Raga. Laki-laki yang selalu mengamatinya dari jauh setelah menyatakan cinta berulang tapi Meti tolak. "Itu yang bikin aku nggak nyaman kamu deket-deket aku, mulut kamu gak bisa bikin orang senang sama kamu, kamu tahu tiap hari aku gimana, sama siapa, apa kau kira aku gak tau kamu memata-matai aku, aku gak takut, aku terbiasa hidup susah, di kamusku gak ada waktu buat mikir cowok, apa lagi cowok sensian macam kamu, gak guna mikir cowok gak bisa ngasilin duwit halal, gak liat apa aku jualan ini itu ke teman-teman? Jualan onlen juga aku jabanin, malah nuduh sama om-om lagi, itu om baik yang pikirannya gak cupet kayak kamu tahu, minggir sana, aku mau kuliah, gak mau ngeladeni cowo baperan macam kamu." Meti bergegas masuk, ia melambaikan tangannya

