Selama seminggu Bram melakukan pendekatan lagi pada Meli, tiap hari ia mengajak makan siang, berusaha memberi perhatian agar Meli mau kembali ke sisinya namun semua usahanya sia-sia. Meli memang tak menolak tapi wajah dinginnya seolah memberikan jawaban jika mereka tak mungkin bisa bersatu kembali. "Mas jangan menemui aku lagi, cukup seminggu seperti ini, tak akan pernah menggoyahkan niatku sejak awal, Mas laki-laki pertama yang aku cintai tapi cinta kita hanya membuat kita sakit, sampaikan salamku pada Ibu dan Kak Berta, terima kasih telah menerima aku selama menjadi istri Mas, segera urus perceraian kita, aku tunggu semuanya beres, selamat siang." Meli turun dari mobil dan tak menoleh lagi, air matanya mengalir deras, langkahnya ia percepat, tak ia hiraukan panggilan Bram yang berulang

