39

1690 Words

"Kak, Pak Dahlan sudah bilang gak sanggup menuruti keinginan kakak yang selalu minta ganti sopir, siapapun gak kuat jadi sopir Kakak kalo gaya kakak kayak gitu, merintah seenaknya saja," ujar Bram saat melihat Kakaknya masuk ke ruang kerjanya dan duduk seenaknya di sofa, di ruang kerja Bram. "Mereka saja yang g****k, ga ngerti bahasa manusia, lelet iya, males iya." Berta seolah tetap merasa dirinya yang paling benar karena baginya mereka sudah dibayar dan harus mau disuruh apapun, tidak menurut makan akan dipecat oleh Berta dan yang disuru untuk mencari sopir pribadi biasanya Pak Dahlan sopir senior di perusahaan keluarga Adi Laksono. "Sebetulnya aku lebih sreg si Afan, tapi dia kayak kapok, sok banget sih dia, sudah aku tawari gaji lebih eh tetep gak mau, gaya dia," ujar Berta. "Ya jel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD