Kejora mendengar langkah kaki seseorang yang menaiki tangga, dia segera menyembunyikan tas itu dan bergegas pura - pura tidur lagi. Tenyata dugaannya benar, tak berapa lama kemudian Haidar masuk ke kamar dan tidur di sampingnya. Kejora ingin marah dan memaki suaminya karena sudah kejam, tapi yang membuat dirinya lebih sakit hati sebab anak yang dikandungnya itu tidak diakui. Padahal orang yang sudah merebut keperawanannya adalah Haidar sendiri. Kejora tidak bisa tidur nyeyak, dia takut jika nanti dia terbangun setelah suami dan Mama mertuanya. Setelah Haidar tertidur, Kejora memilih bangun dan mengambil buku diary nya. Pukul 3.00 Dear Deary Jiwaku telah patah Ragaku kini hanya tumpukan sampah Menanggung beban hidup yang tak berkesudahan Aku selalu membohongi diri, Memaksa hat

