Keguguran

575 Words

Ini untuk yang pertama kalinya pertahanan jiwa Kejora jebol juga. Mengingat Ayah kandungnya kali ini sudah keterlaluan. Dalam hatinya terselip rasa benci, dia begitu heran kenapa Ayahnya tidak bisa sedikit saja memahami keadaannya yang tragis ini. "Jangan menangis, Kejora. Air matamu ini hanya akan membuat dirimu terlihat lemah. Kini kamu akan menjadi seorang ibu, jadi kamu harus bisa lebih tangguh untuk menghadapi segalanya demi anak," batin Kejora menasihati diri sendiri. Kejora melangkahkan kakinya sambil meninting tas yang berisi beberapa pakaian saja, dia masih bingung mau kemana lagi. Tiba - tiba hujan deras mengguyur bumi yang panas itu. Kejora berlari untuk mencari tempat berteduh, karena kelelahan dan juga perutnya yang sejak tadi belum terisi makanan membuat Kejora merasa lemah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD