19. Beruntung Memilikinya

2022 Words

Saat Senja menjemput Zeline di sekolah privatenya, ternyata di sana sudah ada Bastian. Pria itu nampak mengobrol seru bersama pak Satpam, entah apa yang mereka bicarakan. "Selamat siang, Pak Joy!" Senja membungkukkan sedikit badannya. "Selamat siang, Tian." Mengulas senyum, kemudian mengambil duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Sekolah private Zeline ini bukan seperti sekolah pada umumnya, melainkan seperti rumah biasa yang didesain sedikit berbeda. Nampak dari luar memang biasa saja, namun ketika masuk ke dalamnya kita langsung disuguhkan dengan ruangan terlihat begitu luas dan memanjakan. Ruang serba guna. Bisa menjadi tempat mengikuti pelajaran, bermain anak, dan melakukan kegiatan lainnya terbentuk jadi satu di dalam sana. "Kemarin sore aku ketemu Zeze bersama Tasya, katanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD