18. Kebelet di Tengah Jalan

2004 Words

"Mas, ih!" Ratih mencoba menghalangi Damian yang sedari tadi jahil mencuri kecupan di pipinya. Ratih sedang menyusuii Baby Zio, tapi pria itu begitu manja sekali. Damian duduk di samping Ratih, sesekali dia memainkan tangan Baby Zio yang tergenggam erat, bayi kecil itu nampak lahap mengisi perutnya yang lapar. "Gimana Tante Viesa, sudah lebih baik kabarnya?" Pipi Baby Zio semakin gembul, Ratih selalu gemas ingin menggigitnya. Damian mengangguk. "Sudah lebih baik, meski wajahnya masih pucat dan tidak seceria biasanya. Dia lagi sakit, tapi perhatiannya kepada siapa pun tidak pernah berkurang. Aku salut sekali, dia benar-benar wanita yang penyayang." Pria itu memang sebentar saja berada di Bekasi, setelahnya kembali melakukan perjalanan menuju Jakarta. Ada yang harus Damian kerjakan, dia ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD