17. Dibandingkan

2131 Words

Sepulangnya dari pertemuan bersama teman-teman Melati, wajah Nessi tidak ada cerianya sama sekali. Dia memberengut kesal, hatinya begitu dongkol sampai ingin menghajar sesuatu untuk meluapkan amarah. Dia sudah dapat menduga hal ini terjadi, tapi Melati memaksa Nessi ikut. Sepanjang obrolan teman-teman Melati selalu membanggakan anak-anaknya, sementara Melati sendiri nampak tidak pernah bangga kepada Nessi. Seolah apa yang Nessi pilih sekarang benar-benar salah dan tidak akan pernah menjadikannya seseorang yang sukses di kemudian hari. Apa yang salah dengan bidang kuliner? "Kamu malu-maluin Mama saja, Nessi!" Melati menggerutu tak kalah kesal, melajukan mobilnya meninggalkan area parkir rumah makan mewah itu. "Sudah Mama bilang belajar merancang busana, jadilah seperti Mama agar tidak memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD