"Adam,apa gak berlebihan pemberian kamu?Kontrakan diisi sama barang bagus gini.Orang tua kamu gak marah uangnya kamu belanjain buat ngisi kontrakan aku?Ini kan mahal semua."Yuma yang melihat seisi penjuru kontrakan itu tercengang dan tidak hentinya merasa tidak enak. "Gak apa apalah yank,mereka gak masalah kok.Kan aku anak sultan."Adam memamerkan senyum gigi ginsulnya. "Sultan gak adil."Celetuk Anggi menyela."Yuma aja di manjain,giliran aku minjam uang aja di tagih terus,kalau anak sultan mah gak usah nagih,ikhlasin aja." "Mau kuburan kamu nanti sempit?"Adam melirik Anggi tajam karena tiba tiba bergabung saat ia sedang asik asiknya dengan Yuma. "Yuma,hati hati tuh raja kikir,ntar perabotan yang dia kasih tahu tahu kreditan atau mungkin barang curian dari rumah orang tuanya."Anggi mende

