PART : 23

1105 Words

"Karena aku men ..." Sebelum kata itu terucap, Yoga langsung membungkam bibir Anggi dengan ciumannya. Ya ... ini bukanlah yang pertama ia lakukan. Tapi kali ini ia merasa berbeda. Pasalnya Anggi yang biasanya sedikit berontak, malah ikut menikmati. Beberapa menit itu terjadi, Yoga melepaskan tautan bibirnya di bibir Anggi. "Aku sangat berharap kamu jangan pernah melupakan apa yang pernah terjadi di antara kita sampai kapanpun itu," bisik Yoga sambil menangkup wajah Anggi. Anggi berusaha mencerna kalimat Yoga dengan keras, tapi tetap saja otaknya tak sejalan dengan apa yang ia harapkan. "Yoga, kamu ..." "Apa kamu membenciku karena hadir dikehidupanmu tanpa permisi?" Lagi-lagi Yoga seolah terus memotong ucapannya. Bahkan, ucapan yang sangat penting sekalipun. Anggi langsung menjaw

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD