Saat pintu kamar terbuka, Anggi merasa jantungnya sudah tak beraturan lagi detakannya. "Ayok, cobain bajunya," suruh Rita masuk ke dalam kamar, diikuti Anggi dibelakangnya. Anggi sendiri masih celingak-celinguk memperhatikan setiap sudut kamarnya. 'Kemana perginya Yoga? Bukannya tadi dia masih pingsan," batinnya bertanya. Melihat gelagat putrinya itu, tentu saja membuat Rita bingung. "Kamu kenapa, sih, Nggi. Nyariin apa?" "Eng-nggak ada, Ma," elaknya. "Yaudah, cobain bajunya." Anggi hendak menuju ke kamar mandi, tapi Rita menahannya. "Mau kemana?" "Ganti baju." "Di sini saja, ayo ganti." Bukan apa-apa, ia hanya khawatir saja kalau-kalau Yoga masih ada di kamar ini. Bisa cuci mata gratis dong dia. "Ayo," suruh Rita membuyarkan kebengongan Anggi. "Iya, Ma," jawabnya. Tapi, setela

