Anggi menggeret kedua sahabatnya hingga menuju mobil. Bahkan pergelangan tangan mereka sampai memerah bekas genggamannya. Tentu saja membuat dua gadis itu kesal karena sikap nggak jelas Anggi. Erika menghentakkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Anggi. Sepertinya dia menggenggam dengan emosi. "Anggi, lo kenapa, sih? Dia siapa? Kok kayak ..." "Dia Yoga," jawab Anggi langsung menimpali pertanyaan yang diutarakan Erika. "Dan gue kaget," respon Ismi. "Jadi, dia Yoga. Hantu yang waktu itu ..." "Arwah, Ka ...," ralat Ismi langsung. "Nggak penting, Ismi," balas Erika sedikit kesal dengan ocehan Ismi. Haruskah setiap kesalahan dalam omongannya menjadi daya tarik untuk Ismi membully dirinya? Menyebalkan. "Iya, dia Yoga yang pernah ada di hari-hari gue, dia yang ada saat gue butuh,

