2 hari kemudian, Dheera masih marah dengan Ken perihal kissmark yang ada di leher Ken 2 hari yang lalu.
Persosal chat, Keenan Aldric – Dheerandra Aadhira.
Keenan aldric : Pulang jam brapa dhee?
Dheerandra aadhira : Iss itu pun masih ditanya
Keenan aldric : Karna gak tau mkanya nanya!
Dheerandra aadhira : Iyaa ngapain tau. Kan Dheera gak penting J
Ken hanya membaca pesan dari Dheera.
“Masih aja marah ni anak.” Batin Ken dalam hati.
Dheerandra aadhira : Balas chat siapa?
Ken hanya membaca chat dari Dheera.
Dheerandra aadhira : Cewek yang kmaren itu ya?
Keenan aldric : Astaga gak ada balas chat siapa-siapa.
Dheerandra aadhira : Trus knapa gak balas chat Dheera?
Keenan aldric : Males. Lo ngomel mulu
Dheerandra aadhira : Kan
Keenan aldric : Jam brapa Pulang
Dheerandra aadhira : Pulang sendiri
Keenan aldric : Dheera
Dheerandra aadhira : Kamu mau main sama cwek yang kmaren itu kan?
Keenan aldric : Siapa blg?
Dheerandra aadhira : Dheera
“Ini anak mau nya apa sih?” kesal Ken dalam hati.
Keenan aldric : Gk ada
Dheerandra aadhira : Pokoknya aku Pulang sendiri!
Ken lagi-lagi hanya membaca chat dari Dheera.
Dheerandra aadhira : Read aja terus!
===
==
=
Dheera masuk ke dalam mobil Ken yang sudah terparkir di depan gedung kampusnya dengan wajah cemberutnya. Melihat Dheera yang masuk tanpa menatapnya Ken menaikkan alisnya.
“Katanya pulang sendiri?” tanya Ken menggoda Dheera.
Dheera menoleh pada Ken dnegan tatapan sinis dan hendak membuka pintu mobilnya. Namun dengan cepat Ken mengunci mobilnya.
“Bukain!” pekik Dheera kesal.
“Apanya?” tanya Ken dengan nada santai.
“Pintu!” pekik Dheera membentak.
“Gak usah ngebentak.”
“Makanya bukain.” Ujar Dheera nada manja.
“Mau ngapain?” tanya Ken sambil menatapuja Dheera.
“Pulang sendiri.” Ujar Dheera.
“Gak usah nyari marah Dhee.” Ujar Ken tegas.
“Dheera aja terus yang dimarahi.” Ujar Dheera dengan wajah sedih.
“Dhee.” Panggil Ken.
“Apa?” jawab Dheera dengan wajah sedih.
“Lagi pms ya?” tanya Ken.
Dheera menatap Ken dengan mata yang membulat sempurna. “Kok kamu tau?” tanya Dheera kaget Ken menanya hal yang tepat.
“Ck. Pantes.” Ujar Ken.
“Apa?” tanay Dheera.
“Ngeselin!”
Dheera mengendus kesal.
“Mau kemana?” tanya Ken mengabaikan Dheera.
“Pulang.” Ujar Dheera singkat.
“Yakin?” tanya Ken.
Dheera diam dan berfikir sejenak. “Mau nonton.” Ujar Dheera tak lama kemudian.
“Oke Pulang kan.” Ujar Ken sengaja memancing kekesalan Dheera.
“Ihh nonton yang.” Ujar Dheera.
“Ulang.” Ujar Ken sambil menatap Dheera.
“Apanya?” tanya Dheera bingung.
“ucapan yang lo bilang tadi.” Ujar Ken.
“Nonton?” ujar Dheera bingung.
“Setelahnya?”
“Yang.” Ujar Dheera dengan nada pelan.
“Apa, gak dengar.” Ujar Ken sambil mendekatkan telinganya pada Dheera.
“Tau ah!” kesal Dheera.
“Pulang kan?” tanya Ken.
“Iya!”
Ken diam sambil meanhan tawa. Setelahnya Ken melajukan keluar dari pekarangan kampus Dheera dan menuju salah satu pusat perbelanjaan yang memliki bioskop.
“Kok ksini?” tanya Dheera bingung saat mobil Ken masuk ke pekarangan salah satu pusat perbelanjaan.
“Mau nonton kan?” tanya Ken tanpa menoleh pada Dheera.
Dheera mengangguk kecil sembari bergumam.
“Yaudah ini nonton.” Ujar Ken dengan mata yang fokus mencari parkiran untuk mobilnya.
Dheera tersenyum lebar sambil menatap Ken yang fokus memarkirkan mobilnya. Setelah Ken memarkirkan mobilnya keduanya langsung menuju bioskop yang berada id lantai paling atas. Ken membarikan Dheera sebuat kartu kredit dan menyuruh untuk memberi tiket dan snack yang di inginkannya.
Ken menatap Dheera dengan tatapan menyelidik, pasalnya gadis itu memilih kursi yang letaknya pojok atas, sangat cocok untuk orang yang sedang berpacaran. Namun sedikit aneh jika itu Dheera yang memilihnya, pasalnya dia tidak pernah berpacaran sebelumnya.
“Kenapa harus di pojok?” tanya Ken dengan mata yang mengawasi Dheera.
“Suka-suka Dheera dong.” Ujar Dheera dengan wajah yang sangat lucu.
“Ganjen lo!” cerca Ken.
“Biarin.” Ujar Dheera.
“Iya gue biarin, kalau lo ganjen gue kan lebih gampang.” Ujar Ken sambil duduk di sebelah Dheera yang sudah mengambil posisi terlebih dahulu.
“Gampang apa?” tanya Dheera sambil memnatap Ken yang ada di sebelahnya.
“Buat mainin elo nya. Jadi gue gak perlu maksa dulu.” Ujar Ken menjawab pertanyaan Dheera.
“Ihh kamu m***m!” ujar Dheera.
“m***m-m***m juga lo suka.” Ujar Ken asal.
“Gak.” Tolak Dheera cepat.
“Iya.”
“Enggak loh.”
“Halah pas gue mainin lo nikmati juga. Gua genjot juga lo desah.” Ujar Ken lagi.
Dheera diam tak ingin membenarkan ucapan Ken dan tak berani menyalahkan ucapan Ken tersebut.
“Yakan? Ngaku lo!”
“Iya sih.” Ujar Dheera pasrah.
===
==
=
Satu minggu berlalu, Ken dan Dheera melalui hari-hari yang sama setiap waktunya. Ken mengantar Dheera ke kampusnya menjemputnya dan mengantar ke apartementnya atau membawanya kerumahnya seperti hati ini.
Dheera saat ini sedang berbaring di sofa rumah Ken dengan kaki yang diangkatnya keatas dan memasang wajah aneh nya untuk mengusir rasa bosannya.
“Dhee.” Panggil Ken yang baru saja turun dari lantai dua di mana kamarnya berada.
“Hmm.” Gumam Dheera dengan mata yang menoleh pada Ken.
“Ngapain kayak gitu?” tanya Ken dengan mengernyitkan dahinya.
“Aku bosen kamu tidur mulu.” Ujar Dheera masih dengan posisi anehnya.
“Namanya ngantuk.” Ujar Ken sambil mendudukkan badannya di sebelah Dheera dengan posisi yang menghadap Dheera.
Ken menurunkan kaki Dheera di pahanya dan mengelusnya. Dheera hanya diam sambil menatap Ken sampai tangan Ken naik sampai miliknya dan mengelusnya sensual.
“Ken.” Ujar Dheera sambil menatap Ken.
Ken hanya diam dan terus mengelus hingga meremas gemas milik Dheera.
“Ken.” Panggil Dheera lagi menegur Ken.
“Gemes dhee.” Ujar Ken sambil menundukkan badannya mengecup bibir Dheera.
Ken menarik tubuh Dheera untuk duduk di pahanya. Ken tersenyum menatap Dheera yang menatapnya dnegan wajah yang sangat polos.
“Dhee..” panggil Ken sambil mengelus pinggang Dheera.
“Hmm.” Gumam Dheera pelan.
“Gue rindu.” Ujar Ken dengan tangan yang berada di dalam baju Dheera dan mengelusnya lembut.
“Rindu siapa?” tanya Dheera polos.
“Elo lah.” Ujar Ken.
“Kan tiap hari jumpa.” Ujar Dheera dnegan ekspresi lucu.
Ken menghela nafas panjang. “Bego nya keluar kan.” Ujar Ken sambil menatap Dheera kesal.
Dheera mengendus kesal dengan wajah cemberutnya.
“Gue rindu ini.” Ujar Ken dengan tangan yang turun menyentuh milik Dheera.
“Ken.”
“Mau yaa.” Ujar Ken bertanya.
Dheera diam sejenak sambil menatap Ken. Ken yang sudah tidak bisa menunggu jawabn dari Dheera membuka jaket putih yang di kenakan oleh Dheera dan membuangnya ke lantai beggitu saja.
Ken menarik tengkuk Dheera dan meraup bibir pink Dheera dan menciumnya. Dheera menutup matanya dan membalas ciuman lembut Ken untuknya. Dheera mengalungkan tangannya pada leher Ken dan menimati ciuman yang perlahan mulai menuntun.
Ken melepaskan ciumannya dan turun ke leher Dheera sembari memberinya kecupan-kecupan kecil pada dagu dan Leher Dheera. Desahan keluar dari bibir Dheera saat Ken meremas gundukannya dengan gemasnya.
“Ken..” panggil Dheera dnegan nada tertahan.
“Mau yaa, udah lama loh gue tahannya.” Ujar Ken mebujuk Dheera. “Dari yang di pantai itu, gue gak pernah ngerasai elo lagi.” Sambung Ken.
Dheera diam sambil menatap Ken yang sedang menatapnya dengan tatapan memuja.
“Mau yaa dhee.” Tanya Ken lagi.
Dheera tersenyum sembari menganggukkan kepalanya tanda dia mengiyakan permintaan Ken untuk menyentuhnya hari ini. Melihat itu Ken tidak mau membuang waktu. Ken langsung meraup bibir Dheera lembut tak butuh waktu dheera langsung membalas ciuman lembut dari ken.
Perlahan ciuman lembut tersebut menjadi ciuaman panas yang menuntun. Tak mau waktu terbuang sia-sia, Ken membuka baju dan pengait dalaman Dheera dengan cepat lalu kembali mencium dan mencecap bibir Dheera dengan panasnya..
Dheera mendesah nikmat saat tangan Ken meraup gundukan kenyalnya dan memasukkannya kedalam mulutnya dengan satu tangan yang meremas. Ken terus melakukan aksinya sambil membuka baju dan celana dheera, sekarang dheera sudah polos tanpa benang. Ken tersenyum melihat tubuh polos Dheera yang sangat cantik baginya. Dheera memeluk Ken dan menutup wajahnya di ceruk leher Ken.
“Kenapa hm?” tanya Ken sambil mengelus pinggang Dheera.
“Malu.” Ujar Dheera pelan di depan telinga Ken.
Ken mendorong lembut badan Dheera agar dirinya bisa melihat tubuh yang sangat di pujanya. Ken tersenyum dan menatap takjub Dheera, Ken mendekatkan wajahnya pada bibir Dheera dan menciumnya dengan sangat panas.
Ken tidak meu membuang waktunya, Ken meremas gundukan kenyal Dheera. Dheera menahan desahannya dalam ciumannya. Ken melepasan ciumannya guna memberi jeda pada Dheera untuk bernafas.
Dheera ngebuka kaos dan celana ken. Setelahnya Ken merebahkan tubuh dheera disofa dan menindihnya, Ken menahan tangannya menatap Dheera yang udah naik.
“Sayaang.” Panggil Dheera lembut.
“Iya sayang.”
“Lanjutin.” Ujar Dheera dengan nada manja.
“Nanti sakit lagi.” Ujar Ken menggoda Dheera.
“Gakpapa, kan ada kamu.” Ujar Dheera lagi.
Ken tersenyum mendengar ucapan Dheera yang bertentangan dengan Dheera yang ucapkan sebelumnya.
“Tahan ya.” Ujar Ken sambil mengelus rambut Dheera.
Dheera menganggukan kepalanya pelan sambil menatap manja Ken. Ken mencium bibir Dheera dengan tangan yang menuntun miliknya masuk kedalam milik Dheera. Meski tidak sesusah saat pertama kali, Ken melakukan hal itu dengan pelan da hati-hati agar Dheera bisa menikmati hal tersebut.
Ken mulai menggerakkan miliknya dengan ritme teratur. Tak butuh waktu lama, rasanya tubuh Dheera ingin meledak, Ken membuatnya merasakan kembali kenikmatan yang sebelumnya perah dirasakannya.
Dheera terus melenguh mendesah nikmat dibawah Ken. Bukan hanya Dheera, Ken juga merasakan hal yang sama. Miliknya benar-benar sangat menikmati hangatnya milik Dheera. Rasanya Ken ingin merasakan hal ini lagi dan lagi.
Ken menekan miliknya jauh kedalam titik terdalam milik Dheera. Ken mengeram nikmat saat miliknya dijepit layaknya diurut oleh milik Dheera yang sangat sempit. Ken menarik miliknya saat miliknya puas menyemprotkan cairannya.
Ken ngebalikin posisinya dibawah dan dheera duduk diatas ken. Ken kembali tersenyum saat menatap Dheera yang berada diatasnya tanpa sehelai benang dengan wajah yang sangat cantik.
“Jangan diliatin ken malu.” Ujar Dheera malu.
Ken kembali tersenyum.
“Ken.” Panggil Dheera manja meminta Ken berhenti menatapnya.
Ken memegang pingul Dheera dan mengelusnya sensual. “Sakit?” tanya Ken. Dheera menagangguk kecil sebagai jawabannya.
Ken mengelus benda diantara paha dheera dan memainkannya dnegan jarinya. Dheera menutup matanya menikmati setiap sentuhan Ken pada miliknya. Bianca menggigit bibirnya menahan desahannya kembali keluar bebas. Hal tersebut embuat Ken semakin mengaduk-aduk benda yang di mainkannya, Ken ingin mendengar desahan Dheera yang terdengar sangat lembut.
Tubuh Dheera turun memeluk Ken karna tidak sanggup menahan desakan yang berada di bawah sana. Dheera menutup wajahnya di ceeruk Ken dan mendesah nikmat. Ken tersenyum dan mengelus benda milik Dheera setelah mengeluarkan jarinya.
“Kiss me.” Ujar Ken di depan telinga Dheera.
Dheera mengangkat tubuhnya dan melihat Ken lalu mengecup bibir Ken lembut.
“Mau di lanjutin?” tanya Ken sambil menatap lembut Dheera.
Dheera menanggukkan kepalanya singkat membuat Ken tersenyum, berada di dalam hubungan dnegan Dheera membuat Dheera mengiyakan permintaannya dengan cepat. Sayangnya kenapa dia baru menyadari hal itu seakrang.
Keduanya kembali melanjutkan aktivitas panas mereka. Setelah mereka mendapatkan pelepasannya lagi. Dheera merebahkan tubuhnya di atas ken dan memeluknya. Ken mengelus punggung Dheera sebari menecup wajah Dheera sesekali.
“Capek?” tanya Ken lembut di telinga Dheera.
“Iyaa.” Ujar Dheera dengan nada manja.
“Tidur lah.” Ujar Ken dengan nada yang ebnar-benar lembut.
“Disini ya.” Tanya Dheera sembari menunjuk badan ken.
“Iyaa.” Ujar Ken mengizinkan.
Tak butuh waktu lama, Dheera sudah mesuk ekdalam dunia mimpinya setelah menutup matanya. Ken menepuk punggung Dheera lembut dan mengelusnya sesekali.
“I love you dheera.” Ujar Ken berbisik pelan.
Setelah memastikan Dheera yang sudah tertiidur nyenyak. Ken mengangkat Dheera dan mindahkan dheera yang tertidur di atas nya kekamar. Lalu merebahkan tubuhnya disamping dheera menyelipkan tangannya dileher dheera dan tangan satunya memeluk dheera.
Keesokan paginya Ken tersentak bangun. Ken adalah orang yang pertama bangun. Dheera masih tidur sambil memunggunginya. Ken beringsut mendekat pada Dheera dan mencium punggung telanjang Dheera,
“Nng..” gumam Dheera yang terganggu tidurnya namun masih dnegan mata yang tertutup.
Dheera menggeliat singkat dan memeluk Ken setelah membalikkan tubuhnya menghadap Ken. Ken membalas pelukan Dheera dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Dheera lalu kembali tidur.
===
==
=
Berbeda dengan tadi pagi, setelah melanjutkan tidur, siangnya Dheera bangun terlebih dahulu. Dheera membuka matanya dan menatap Ken sambil tersenyum membayangkan malam panas mereka. Dheera sama sekali tidak menyangka jika dia akan melakukannya lagi bersama Ken, apalagi dengan hubungan keduanya kini.
“Sayang.” Panggil Dheera sambil mengelus pipi Ken lembut.
“Hm.” Gumam Ken pelan.
“Bangun, Dheera mau mandi.” Ujar Dheera lembut.
Ken membuka matanya dan menatap Dheera yang sedang menatapnya lembut, Ken mengecup bibir Dheera singkat.
“Gendong.” Uajr Dheera manja.
Tanpa berlama-lama, Ken langsung berdiri dan mengegendong dheera ke kamar mandi. “Setiap ngelakuin bakal minta gendong terus?” tanya Ken sambil membeawa Dheera ke kamar mandi.
Dheera bergumam sambil mengangguk kecil.
Di kamar mandi, Ken menurunkan Dheera di bawah shower. Ken meremas gemas gundukan kenyal milik Dheera yang sangat disukainya membuat Dheera mendesah pelan.
“Dhee jangan desah gitu.” Ujar Ken sambil menatap Dheera.
“Kenapa?” tanya Dheera dengan nada polos.
“Bego nya dhee kurangin.” Ujar Ken lagi tanpa menjawab pertanyaan Dheera.
“Ihh, kan kmu yang gituin dheera.” Ujar Dheera kesal di sebut bego oleh Ken.
“Gituin apa?”
“I-itu---.”
“Apa yang jelas lah?” tanya Ken menggoda Dheera.
“I-itu kamu psti tau yang dheera maksud.” Uajr Dheera manja.
“Yang mana?” tanya Ken lagi.
“Tau ahhh.” Kesal Dheera.
“Yang ini?” tanya Ken sambil melakukan hal yang sebelumya dilakukannya membuat Dheera kembali mendesah.
“Iihhh ken.” Ujar Dheera malu sembari menutup wajahnya di d**a ken.
Ken tertawa renyah melihat reaksi Dheer ayang sangat lucu baginya. Setelahnya mereka mandi di shower bersama.
===
==
=
Bersambung.