Dheera hanya diam, tak tau harus bereaksi bagaimana saat Ken merebahkan dirinya di tempat tidur dan menindih tubuhnya.
Dheera menatap Ken dengan wajah yang bingung.
“Dia mau ngapain?” batin Dheera yang terlalu polos.
Ken kembali meraup bibir Dheera, meski bingung Dheera mulai menikmati ciuman keempat yang di berikan Ken untuknya. Setelah cukup lama Ken melepaskan ciumannya pada bibir Dheera dan beralih pada leher mulus Dheera. Dheera masih bingung dengan apa yang dilakukan Ken padanya, ini pertama kalinya dia diposisi seperti ini.
Ken menegakkan tubuhnya dengan kedua tangan yang berada di sisi tubuh Dheera dan menatap Dheera dengan mata yang berkabut.
“Lo mau coba sama gue gak?” tanya Ken sambil menatap Dheera dengan tatapan berkabut penuh nafsu.
Mata Dheera membelalak lebar tanda terkejutnya akan apa yang Ken ucapkan. Spontan Dheera menggelengkan kepalanya kuat tanda penolakan akan permintaan Ken.
“Tapi gue pengen coba elo,” ujar Ken dengan manik mata yang mengunci manik coklat milik Dheera.
“Ken, jangan--- gak mau," ujar Dheera dengan nada memohon.
Ken menyingkap kaos putih polos yang digunakan Dheera ke atas, dengan sekuat tenaga Dheera mencoba menahan tangan Ken.
“Ken, jangan please.” pinta Dheera memohon dengan nada yang terdengar seperti menahan tangis.
Ken mencoba mengabaikan permohonan Dheera. Ken memeluk Dheera, mengangkat badan gadis itu dan mencoba membuka pengait dalaman milik Dheera dan menjauhkannya dari benda bulat yang ada di depan matanya. Ken meneguk saliva-nya saat d**a sintal Dheera tepat berada di hadapannya.
Tanpa membuang waktu Ken memegangnya, meremasnya gemas. Ken menurunkan wajahnya pada p******a kanan Dheera mengecup, menjilati dan mengulum putingnya.
Dheera sangat ingin membebaskan dirinya dari Ken saat ini, namun tak ada yang bisa dilakukan selain menahan desahannya. Terutama saat lidah Ken bermain di putingnya. Bukan hanya itu Ken meraih p******a kirinya, meremasnya kuat, memilin putingnya.
Dheera berusaha sekuat mungkin untuk tidak mendesah akan perbuatan yang di buat Ken padanya, namun karna akal sehatnya yang sudah tidak berfungsi dengan baik, desahan itu keluar dari bibir Dheera.
Dheera menggelengkan kepalanya kuat, dia tidak boleh menikmati sentuhan yang diberikan oleh Ken.
“Ken, jangan.” Ujar Dheera sambil menggelengkan kepalanya.
“Ck! Jangan tapi digituin mendesah.” Ujar Ken membuat Dheera benar-benar malu saat ini.
Dheera menatap Ken dengan wajah yang ingin menangis. Ken yang melihat itu menghela nafas dalam dan merebahkan tubuhnya di samping Dheera. Ken menyelipkan tangan kirinya di leher Dheera dan tangan kanannya memeluk perut Dheera sesekali tangan besar tersebut naik dan meremas d**a Dheera gemas.
“Ken,” tegur Dheera akan hal yang dilakukan Ken.
“Kali ini gue tahan! Tapi lain kali lo gak boleh nolak lagi!” ujar Ken memberi peringatan pada Dheera.
Dheera hanya diam, dia terlalu malas untuk berdebat dengan Ken. Bukan hanya itu Dheera sangat malas untuk berdebat hal yang menurutnya tidak penting.
“Dengar yang gua bilang Dheera?” tanya Ken, namun Dheera hanya diam tidak berniat menggubris.
“Atau gua paksa sekarang aja?” tanya Ken dengan tangan yang turun secara perlahan ke dalam celana Dheera.
“Ken," panggil Dheera dengan nada takut dan tangan yang menahan tangan Ken.
“Jawab iya!” perintah Ken tegas.
“Iy--- iya.” jawab Dheera takut.
“Good.” Ujar Ken sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh Dheera. Dheera hanya diam menahan tangisnya, terutama saat bibir Ken mengecup lehernya intens.
===
==
=
Keesokan harinya Dheera bangun dari tidurnya dengan Ken yang masih memeluknya sama seperti tadi malam sebelum mereka tidur. Dheera berguling pelan membalikkan badannya agar dapat menatap Ken yang masih menutup matanya.
“Maksud lo kayak gini apa? Kita kan gak pacaran. Jangankan Pacaran, bilang suka aja gak pernah. Tapi main cium-cium aja dan yang tadi malam itu? Maksudnya apa?” tanya Dheera beruntun dalam hati.
Ken mencium kening Dheera disaat wanita itu terus menatapnya tanpa berkedip. “Udah puas ngeliatin gue?” tanya Ken sambil membuka matanya.
Dheera bergumam tanda kebingungannya. Ken mengecup bibir Dheera lembut, “This is morning kiss for me,” ujar Ken acuh dengan raut wajah kesal yang ditampilkan Dheera padanya.
Melihat Ken yang sama sekali tidak menunjukkan wajah bersalah atas apa yang dilakukannya pada dirinya tadi malam, Dheera melepaskan tangan Ken yang memeluk tubuhnya dan memakai bajunya. Tadi malam Ken membuang baju Dheera jauh dan tidak membiarkannya lepas dari pelukannya.
“Mau kemana?” tanya Ken sambil menatap Dheera yang kesulitan memasang pengait dalamannya.
“Sarapan!” jawab Dheera dengan wajah kesalnya.
“Mandi dulu.” Perintah Ken.
Dheera keluar tanpa memperdulikan perintah Ken, Dheera benar-benar ingin pergi sejauh mungkin dari Pria yang bernama Keenan Aldric tersebut.
Di luar Dheera langsung disambut dengan Clara yang sedang membubuhkan nasi goreng di piring.
“Baru bangun Dhee?” tanya Clara saat melihat Dheera bergabung dengan mereka.
“Iya.” Ujar Dheera sambil menatap makanan yang tersedia di meja satu per satu.
“Si Ken gak ngapa-ngapain lo kan Dhee?” tanya Arga sambil menatap Dheera yang masih menimbang antara nasi goreng atau roti.
“Haaa?” tanya Dheera sambil menatap Arga.
“Emang dia bisa gua apain?” tanya Ken yanng muncul entah dari mana.
Dheera menoleh ke belakang, di mana Ken berdiri dengan wajah tak berdosa. “Gak ingat apa tu orang hampir ngapain tadi malam?” kesal Dheera dalam hati.
“Mana tau otak m***m lo keluar karna sekamar sama Dheera.” Ujar Dean sambil menyuap nasi goreng yang di berikan Clara untuknya.
“Emang udah.” Ujar Ken dalam hati.
“Emang udah keluar mesumnya!” kesal Dheera dalam hati.
===
==
=
Sorenya Dheera dan anak-anak yang lain sedang menikmati pemandangan pantai. Sedari tadi Ken selalu memperhatikan Dheera dengan tatapan yang intens dan seksama. Arga yang berada di sampingnya menyadari ke mana arah mata temannya itu.
“Kenapa lo merhatiin Dheera? Suka?” tanya Arga membuka percakapan tanpa menatap Ken.
Ken menoleh pada Arga sekilas dengan wajah datar lalu kembali menatap Dheera dengan senyum miring.
“Bilang aja Ken, sama gue juga.” Ujar Arga lagi.
“Hampir aja," ujar Ken singkat membuat Arga mengernyit heran. Entah hampir apa yang dimaksudkan oleh temannya itu, namun yang jelas itu membuatnya penasaran.
“Hampir apa?”
“Hampir dapat tadi malam.” Ujar Ken lagi.
Arga yang menyadari hampir apa yang dimaksud oleh Ken langsung menoleh dengan mata yang membulat dengan sempurna.
“Apa?!” tanya Arga, entah untuk apa yang hampir atau apa untuk penjelasan lebih lanjut tentang itu.
“Dia.” Ujar Ken sambil menunjuk Dheera yang sedang tersenyum lebar saat bermain di tepi pantai.
“Lo apain dia?” tanya Arga yang sangat terlihat bodoh.
“Ngerasain dia.” Ujar Ken dengan nada tenang tanpa rasa bersalah.
“Dheera?” tanya Arga lagi, semakin membuat dirinya terlihat sangat bodoh di mata Ken.
“Ya kali Bella, mana selera gua sama dia.” Ujar Ken sambil menunjukkan ketidaksukaannya dengan Bella.
“Ken jangan Dheera,” ujar Arga menatap Ken serius.
“Kenapa jangan dia?” tanya Ken mengernyit heran. “Jangan bilang lo suka sama dia?” sambung Ken menebak alasan arga melarangnya mengganggu Dheera.
“Bukan gitu," jawab Arga.
“Jadi?” tanya Ken lagi.
“Kalau cuman buat jadi mainan lo aja, tolong jangan dia.” Alibi Arga.
Ken menaikkan alisnya seakan mempertanyakan keabsahan alibi yang dibuatnya saat ini. Siapapun pasti akan curiga bukan seorang laki-laki normal melarang dirinya untuk menganggu wanita tanpa alasan yang jelas.
“Dia gak ngerti hidup liar yang kita jalani Ken, jadi kalau lo cuman mau jadiin dia pemuas nafsu lo kayak cewek yang pernah lo pakai, tolong jangan Dheera.” Ujar Arga menjelaskan pada Ken.
“Gak bisa.” Ujar Ken menolak permintaan tolong Arga.
Arga menaikkan alisnya.
“Semenjak gue nyium dia waktu itu, gue gak pernah bisa tenang main sama cewek lain.” ujar ken memberi alasan atas penolakannya.
“Lo suka dia?” tanya Arga.
Ken mengangkat bahunya singkat sebagai tanda ketidaktahuannya kan hal itu, Arga hanya bisa diam dan menghela nafas panjang. Dia tidak bisa melarang Ken untuk alasan konyolnya.
Manik mata Ken kembali menangkap sosok Dheera yang tersenyum lebar. Dheera benar-benar terlihat bahagia saat ini, tidak seperti tadi malam saat dia mencium bahkan hendak melakukan hal yang lebih jauh.
Di samping Ken yang menatap Dheera, manik mata Dheera juga tidak sengaja menatap Ken. Spontan senyum lebar yang sebelumnya terlihat di bibir Dheera hilang. Dheera menatap ken dengan wajah kesal yang membuat Ken semakin terganggu dengan kehadiran Dheera di hidupnya.
“Dheera, muka lo benar-benar menganggu gua, gua gak bisa sebebas kayak dulu jadinya.” Kesal Ken dalam hati dengan mata yang menatap Dheera.
Bersambung..