bc

Last Blood (Indonesia)

book_age0+
20
FOLLOW
1K
READ
adventure
like
intro-logo
Blurb

"Liam kamu harus menjaga liontin ini apapun yang terjadi" Kata-kata itu masih terngiang sampai sekarang di benakku dan juga terakhir kalinya aku melihat paras wanita paruh baya yang ku anggap ibu itu hilang begitu saja setelah mengatakan hal itu dan tak kembali lagi. Sampai akhirnya aku bertemu dengan wanita yang aneh ini

chap-preview
Free preview
Wanita misterius
Malam itu di rumah sakit yang tepatnya di ruang UGD. Aku bertugas sebagai petugas untuk memenuhi tugasku sebagai Koas di rumah sakit ini, bersama dengan temanku jo. Aku bertugas malam hari ini, ditemani perawat senior yang senantiasa menemani ehh bukan nemenin emang dia lagi bertugas juga hati ini. Seperti malam-malam biasanya yang sepi, bukan seli hanya saja jarang ada yg datang malam malam kesini. Ada beberapa orang yang datang ke rumah sakit ini pada jam jam malam. Setelah selesai melayani pasien aku hampir tersenggol oleh para perawat yang sedang terburu-buru membawa pasien ke ruang UGD. Sekilas aku melihat pasien itu, ada banyak darah di pakaian dan juga mulutnya banyak memuntahkan darah. Kami sempat bertatap muka, pasien itu seperti membisikkan kata-kata yang jelas aku tak bisa mendengarnya. Aku tak membuang buang waktuku dan langsung kembali ke tempatku berjaga. Selang beberapa menit para petugas keamanan datang ke tempat si pasien yang di bawa tadi, aku sempat kaget untuk apa para petugas keamanan itu ke sini. "Liam bantu saya mengurus pasien itu" Ucap dokter win pada ku, tanpa pikir panjang aku mengikutinya dari belakang. Aku melihat pasien itu, sebelah kiri dan kanannya di pegangin oleh perawat perawat tadi. Sementara beberapa petugas keamanan sudah jatuh tak sadarkan diri di lantai. Aku tak tahu kronologinya apa tapi yang jelas pasien ini berbahaya. Dokter win mendekatinya untuk menyuntikkan obat penenang tapi di tepisnya dengan tangannya yang tadi di pegang oleh perawat disampingnya, para perawat sudah di bawah tersungkur karena si pasien. Pasien mendorong dokter win yang membuatnya jatuh tersungkur di lantai. Wanita itu menoleh kearah ku dan tiba tiba tersenyum, dari mulutnya terlihat 2 gigi taring yang lumayan panjang membuat ju ngeri membayangkan gigi itu mencabik leherku. Dengan muka yang pucat tampak seperti boneka barbie tanpa rias itu tersenyum ke arah ku untuk ke dua kalinya. Puncaknya pada saat si pasien itu melangkah ke arah ku dan membisikkan kata kata yang membuatku merinding, dia membuka mulutnya bersiap siap menyantap leherku dengan taring panjangnya itu. Tapi untungnya dokter win menghentikannya dengan menari kaki wanita itu hingga membuatnya terjatuh ke lantai. Disaat itu juga dia menyuntikkan obat bius ke pasien itu, untungnya obat itu bekerja da membuat pasien wanita itu tidur dengan pulas.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Loved by Twin Daddies

read
1.7M
bc

Alpha’s Unwanted Mate

read
1.1M
bc

Their Cursed

read
1.0M
bc

Littles Academy

read
52.7K
bc

Desert Nightmare (Book 3 to Desert Series)

read
1.2M
bc

Alpha Nox

read
102.1K
bc

Desert Heat (Complete) (Book 1 to Desert Series)

read
1.4M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook