"Hati sangat lelah tapi dituntut untuk selalu tegar." ***** Elisa anak terakhir mereka kini terbaring di rumah sakit dengan selang infus yang tertanam di tangannya. Kemarin malam mereka membawa Elisa ke rumah sakit karena panas tinggi yang tidak kunjung turun. Suhu badannya pun menggigil untuk setelah solat malam Hilya selalu mengecek keadaan anak-anak jadi belum terlambat untuk penangannya. "Maafin Ibu nak. Gara-gara Ibu bentak kamu, kamu jadi sakit kayak gini. Maafin Ibu ya sayang." Hilya tak henti-hentinya menyalahkan dirinya karena memang terakhir kali dia membentak Elisa yang membuat Elisa terbaring sakit saat ini. "Hilya ini kamu sarapan dulu, Ibu beli makanan untuk kamu. Dan kamu Reyhan juga makan aja dulu biar Ibu yang gantiin jaga Elisa." "Iya bu nanti aja. Aku

