Kehilangan Elisa

2024 Words

"Tidak ada lagi canda tawa manis yang menghiasi bibirnya. Tidak ada lagi celotehan lucu darinya yang ada hanya kenangan." *****    Semerbak harum bunga mawar menyisahkan kesedihan mendalam bagi orang-orang yang menyayanginya. Semua orang berdiri mengelilingi pusara pemakaman. Tangis pilu orang-orang disekelilingnya.     Elisa....     Elisa menghembuskan nafas terakhirnya kemarin. Tangis Tak terbendung dirasakan Hilya kehilangan seorang anak yang sangat disayanginya. Tidak ada lagi tawa manis dari bibir anak perempuannya, tidak ada lagi celotehan lucu yang ke luar dari bibir kecilnya.     "Elisa kenapa tinggalin Ibu, nak. Elisa 'kan sayang sama Ibu," tangis seorang Ibu yang tidak rela anaknya harus pergi untuk selama-lamanya. Seandainya dia bisa memilih untuk bertukar dia pasti lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD