**** Ucapan Shella beberapa detik lalu langsung menciptakan keterkejutan dari teman-temannya. Seruan heboh pun menghujani gendang telinga Shella. “Tersesat!? Tersesat kamu bilang, Shel?!” “I—Iya...Aw!” Cengkraman pada pundaknya semakin menguat. Gadis itu meringis sambil takut-takut menatap pada lawan bicaranya. “Shellaaaa….” Deva menggeram. “Kamu juga sih tadi ngapain make ngajak-ngajak nonton ke acara nggak jelas, hah!? Nggak tahu juga tempatnya!” Dia berseru marah. “Terus sekarang gimana coba!? Kamu mau kita ketinggalan bis!?” Shella menggeleng pelan. “Deva….” Ami menepuk gadis yang tengah emosi itu. Berusaha menenangkannya, dan berhenti membuat gadis mocca itu ketakutan. Setelah membujuk cukup keras, Deva menghela napas dan akhirnya melepaskan pegangan di bahu temannya. “T

