***** Menyesakkan. Menyakitkan. Walau kusadar ku tak berhak merasakan itu semua. Iri. Benci. Semua berkecamuk dalam d**a. Mengalutkan pikiran, hingga kusendiri tak tahu perasaan mana yang benar. Perasaan apa yang…sebenarnya kurasa? Kalaupun, satu perasaan itu adalah benar yang meliputi diri ini, bolehkah kubertanya? Pantaskakh aku…merasa cemburu? ***** BRAK! Suara benturan terdengar di telinga sang gadis, tatkala ia membenturkan kepala begitu saja ke atas meja. Menyebabkan benda-benda yang ada di atasnya bergetar. Pulpen yang baru saja ia gunakan ikut bergulir hingga jatuh di dekat kakinya. Ia menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Berusaha menenangkan diri dan mengangkat semua beban yang menyesakkan dirinya sejak siang tadi. Dengan berat ia bangkit untu

