Luka Lama - 30

1974 Words

"Kenapa cepat sekali?" Mirah menatap sang putra yang tengah mengemasi pakaian ke dalam koper. Sementara dirinya, duduk di pinggir tempat tidur.  Sebenarnya, Mirah ingin asisten rumah tangganya yang membereskan dan menyiapkan barang-barang yang akan Dendra bawa, saat kembali ke Jepang. Tapi putra semata wayangnya itu menolak, dan memilih mengemasi sendiri. Padahal, waktu yang tersisa, ingin Mirah manfaatkan untuk berbincang berdua. "Kan sudah bilang dari awal Bu. Dendra nggak bisa lama-lama di sini. Harus balik ke Jepang karena ada pekerjaan yang nggak mungkin dibiarkan terbengkalai." Menutup kopernya usai menyusun semua barang hingga tersusun rapi, Dendra mengalihkan atensi pada sang Ibu yang tampak keberatan akan kepergiannya.  Mengela napas, Dendra bangkit dari posisi berjongkoknya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD