Luka Lama - 32

2078 Words

Yuni menggeleng sembari mengela napas. Meski sudut bibirnya ikut tertarik membentuk senyuman, melihat antusias yang terpancar di wajah sang Cucu. "Kenapa tidak beli yang baru saja?" Tanyanya, membuat Binar menoleh. Tak lagi terfokus pada sepeda usang peninggalan sang suami. "Kalau kamu mau, Nenek bisa belikan." Bangkit dari posisi berjongkoknya, Binar menghadap sang Nenek. Menggelengkan kepala dengan satu tangan yang mengelus lembut sepeda milik Kakeknya. "Ini masih bagus, Nek. Ngapain beli baru? Sayang." Saat membereskan gudang belakang. Binar menemukan sepeda milik sang Kakek yang menjadi salah satu barang yang teronggok di sana. Setelah memeriksanya, ia rasa sepeda itu masih cukup layak pakai. Tampak usang memang, karena sudah terlalu lama tak terpakai. Jadi berdebu dan tak menarik.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD