Yana menatap pantulan tubuhnya di depan cermin besar yang ada di ruang ganti itu. Dia sangat suka dengan gaun pengantin pilihan Indra kepadanya. Sungguh begitu pas dan cocok dengan tubuhnya. "Aku sangat suka dengan gaun ini!" serunya antusias. Dengan dibantu oleh beberapa karyawan butik, Yana pun mulai ke luar dari ruang ganti tersebut. Pandangan mata Indra seketika menjadi terpaku melihat penampilan Yana yang begitu sangat memukau hatinya. Debaran-debaran aneh mulai terasa menyesakkan dadanya. "Yana ... kamu sangat cantik! Sungguh Mami sangat terpana melihat mu saat ini!" puji Mami Endang, sang calon ibu mertua. "Mami juga setuju dengan pendapat Mami Endang. Kamu sangat anggun memakai gaun ini!" Mama Lila juga turut memuji sang putri. Namun Indra tidak mengatakan apapun. Dia malah m

