Sheza dan Abian sudah sampai di Bali, ketika perjalanan menuju rumah Sheza mengantuk dia tertidur dengan lelap di lengan suaminya. Abian hanya tersenyum, dia tahu bahwa beberapa hari belakangan istrinya tidak tidur dengan nyenyak, semua karena ulahnya yang membuat istrinya sering begadang untuk memenuhi hasratnya. “Kamu kecapekan sekali sayang, maaf sudah membuatmu seperti ini.” Abian membenarkan rambut istrinya yang menutupi wajahnya sebagian. “Pak Abian, langsung ke rumah atau ke rumah orang tua anda terlebih dahulu?” tanya supir Abian ketika sebentar lagi mereka sampai. “Langsung ke rumah saja,” ujar Abian. Abian niatnya ingin memberikan kejutan untuk istrinya, tetapi melihat istrinya yang ketiduran dengan begitu tenangnya kini sadar bahwa istrinya membutuhkan istirahat lebih banyak

