Denver menunggu Shevaya yang masih tidur dengan tenang setelah mendapatkan obat dari dokter, kondisi Shevaya begitu mengenaskan kini Denver merasa penasaran dengan siapa yang menyebabkan kondisi Shevaya separah itu. Denver sudah meminta Segara untuk mencari tahu, dia tidak akan membiarkan orang itu bebas begitu saja sebelum mempertanggungjawabkan apa yang dia lakukan. “Aku tidak akan membiarkan orang itu lepas, Sheva.” Denver mengecup tangan Sheva yang bebas dari infus. Memar bibir Shevaya dan keningnya yang luka membuat hati Denver marah besar. Dia merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Shevaya dengan baik, dia sudah melanggar janji yang dia buat sendiri pada wanita mungil itu. “Maafkan aku sayang,” ucap Denver dengan tulus. Pukul tujuh malam Shevaya sudah sadar, dia memeluk Denver

