Liburan usai, kini mereka menjalani aktivitas seperti biasanya. Shevaya yang memasak dan membangunkan Denver di saat dia masih libur kuliah, waktu yang mereka jalani terasa sangat cepat. Denver kembali sibuk seperti biasanya, terkadang Shevaya ikut, tetapi jika banyak pertemuan di luar rumah dia selalu ijin untuk tetap berada di apartemen. Wanita itu lebih memilih istirahat dari pada kecapekan bosen ikut suaminya yang kembali menjadi workholic. “Ayo sarapan habis itu mandi,” ucap Shevaya. “Kamu ikut ya? rasanya kepala Mas agak pusing.” Denver mengalungkan tangannya pada perut Shevaya. “Hem, tapi sarapan dulu. Aku udah masak Mas,” ucap Shevaya. Denver mengangguk, dial alu duduk dan mulai berdiri mengikuti langkah Shevaya yang kini berjalan dengan perlahan, Shevaya lebih berhati-hati pad

