Shevaya memeluk suaminya yang sakit, lelaki itu seperti anak kecil yang menginginkan pelukan dari ibunya. Sejak Shevaya kembali ke kamar, suaminya langsung ingin memeluknya dia ingin bermanjaan pada Shevaya yang sudah dia rindukan. “Lama sekali sayang,” bisik Denver di ceruk leher Shevaya. “Tadi makan buah juga Mas, kalau sama Mama harus lengkap biar sehat.” Shevaya menguap rambut Denver dengan lembut lalu dia mulai mengecek dahi suaminya yang kini masih terasa panas. “Udah mau sembuh kok, kalau udah peluk pasti sembuh nanti. Kamu nggak usah khawatir, ayo tidur.” Denver tidak ingin membuat istrinya khawatir akan kondisinya dia baik-baik saja mungkin hanya kelelahan karena dia sering lembur akhir-akhir ini. Shevaya mengangguk dia memeluk suaminya dan ikut memejamkan matanya, dia harap b

