Shevaya tertidur dengan nyenyak setelah lelah menangis, Rosmala sejak tadi bahkan tidak hentinya menangisi kondisi menantunya yang terlihat menyedihkan. Shevaya terlalu baik untuk Denver yang sangat jahat, dia terlalu menyepelekan wanita sebaik Shevaya dan lebih memilih Kiara yang sudah jelas tidak bisa dibandingkan dengan Shevaya. “Maaf demi kebaikan Sheva, mungkin memang ada baiknya kami akan pergi dari Denver. Aku berjanji tetap mengijinkan bertemu cucu kalian ketika lahir nanti, tetapi jangan sampai Denver tau. Aku tidak ingin Denver mengambil anak Shevaya,” ujar Renald. “Kami mengerti, setelah Shevaya baikan aku mengijinkannya untuk pergi.” Rosmala ingin menahan Shevaya, tetapi dia tidak mampu, dia lebih terluka jika melihat Shevaya di sakiti oleh darah dagingnya. Ketukan pintu ter

