Bab 75. Bertahan atau Memilih Pergi?

2121 Words

Shevaya terbangun dengan kondisi pusing yang luar biasa, semalaman dia menunggu suaminya, tetapi tidak ada apa pun yang ingin lelaki itu katakan padanya. Denver tidak menghubunginya dan bahkan tidak mencarinya, dia hanya bisa tertawa perih karena pada akhirnya orang lama lah pemenangnya. “Sayang kamu udah bangun? Badan kamu panas Mama tadi ke bawah nyiapin kompresan.” “Sheva nggak papa kok Mah, maaf ngrepotin.” Shevaya berusaha berdiri, tetapi baru beberapa langkah dia hampir jatuh jika Rosmala tidak memeluknya. “Sayang hati-hati, ya Tuhan kamu ke rumah sakit aja ya? demam kamu tinggi banget sayang.” “Sheva nggak papa kok Mah, makasih udah di bantuin. Nanti kalau udah selesai Sheva panggil Mama,” ucap Shevaya tersenyum lemah. Rosmala lalu keluar kamar memanggil suaminya, hari ini dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD