Denver sudah berada di depan ruangan sembari membawa minuman untuk istrinya, sebentar lagi Shevaya akan keluar dan mereka bisa langsung pulang dengan tenang. Sudah lama Denver menunggu dia bahkan berhasil menyelesaikan banyak dokumen yang di kirim oleh Segara di ponselnya, dia tidak mau melewatkan waktu terbuang secara sia-sia. “Mas, capek…” Shevaya keluar ruangan dan langsung mengeluh pada Denver. “Minum dulu,” ucap Denver menarik Shevaya lebih dekat dengannya agar tidak terdorong oleh beberapa mahasiswa yang berhamburan keluar. Denver lalu menggenggam tangan Shevaya setelah istrinya selesai minum, mereka menuju parkiran dan bersiap untuk pulang. Mood Shevaya sudah anjlok terlebih soal ulangan yang terasa sangat sulit baginya. Sebenarnya Shevaya mudah bolos dengan bantuan Denver, tetap

